Berita

Anggota DPR FPDIP, Muchamad Nabil Haroen/RMOL

Politik

Gus Nabil PDIP: Jangan Adu Domba Umat Islam Dengan Kelompok Soekarnois

SENIN, 29 JUNI 2020 | 17:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen angkat bicara mengenai demonstrasi penolakan Rancangan Undang Undnag (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang berujung pada pembakaran bendera PDI Perjuangan.

Gus Nabil biasa karib disapa menduga ada upaya mendelegitimasi Sang Proklamator, Bung Karno.

Gus Nabil meminta agar masyarakat tidak terpecah belah dengan adanya demonstrasi anarkis beberapa waktu lalu.


Dia menyayangkan adanya aksi pembakaran bendera partainya saat sejumlah massa dari ANAK NKRI yang tengah menyampaikan aspirasi di depan gedung parlemen.

“Jangan sampai ada upaya memecah belah bangsa dan mengadu domba umat Islam dengan kelompok nasionalis. Bendera itu simbol kehormatan dan jati diri. Saya yakin orang-orang yang melakukan aksi provokasi itulah yang membawa bendera PKI dan membakarnya bersama bendera PDI Perjuangan itulah yang memiliki aksi tersembunyi. Pihak kepolisian harus berani menangkap para provokator tersebut,” kata Gus Nabil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (29/6).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini mengatakan, ulama NU dan kelompok Soekarnois bersaudara. Lantaran keduanya sama-sama berjuang mendirikan NKRI.

“Karena itulah mengapa Bung Karno sangat dekat dengan NU, demikian halnya PDI Perjuangan. Bung Karno juga mendapat pengukuhan dari NU sebagai waliyyul amri ad-dharuri bis-syaukah. Yakni, pemimpin negara di masa transisi yang punya legitimasi untuk memimpin bangsa,” katanya.

Gus Nabil menceritakan, perihal Bung Karno yang telah dikukuhkan menjadi Pahlawan Islam melalui Konferensi Islam Asia Afrika pada 6-14 Maret 1966 di Bandung.

Tanpa dukungan siapapun, Bung Karno tidak akan menemukan makam Imam Buchori di kawasan Uzbekistan, yang saat itu berada di wilaya Soviet yang dipimpin Nikita Krushchev.

Bung Karno, kata Gus Nabil, banyak membantu kemerdekaan bangsa Islam seperti Aljazair, Palestina, dan kemudian juga pembela kemerdekaan Pakistan.

“Jadi jangan sampai ada yang memutar balikkan sejarah. Kalau mereka terus memecah belah bangsa, mereka melawan demokrasi dan konsensus kebangsaan, harus ada tindakan tegas melawan itu,” ucapnya.

Dia juga menegaskan, jangan sampai Tanah Air membawa konflik Timur Tengah ke dalam negeri. Menurutnya, ada sekelompok orang yang meniru cara devide et impera salah satunya HTI.

“Kita tahu, HTI telah dibubarkan di banyak negara, termasuk mayoritas negara Islam. Di belakang HTI ada kepentingan asing yang menyamar gunakan agama. Jadi yang harus kita lawan intrik politik dari HTI. Waspadai partai dan kelompok tertentu yang menggunakan narasi, simbol dan manuver intrik politik dari HTI,” jelasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya