Berita

Anggota Komisi III DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan/Net

Politik

Ketika Jaksa Agung Dicecar Politikus PDIP Soal Jiwasrasya Dan Djoko Tjandra

SENIN, 29 JUNI 2020 | 14:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rapat bersama antara Jaksa Agung, ST Burhanuddin, dengan Komisi III DPR RI, Senin (29/6), dimanfaatkan maksimal oleh Arteria Dahlan untuk menanyakan sejumlah kasus yang hingga saat ini masih menggantung.

Pertama, anggota Komisi III DPR RI tersebut menanyakan perihal kasus Jiwasraya. Arteria menanyakan perihal kasus Jiwasraya yang telah diusut oleh Kejaksaan Agung pada 2008 namun tidak diaudit oleh Kejagung.

“Saya paham betul kewenangan yang diberikan kepada kejaksaan mengusut. Bagaimana dengan di 2008 sampai di 2016 Pak? Kenapa tidak diaudit? Saya minta nanti jaksa minta audit. BPK tuh PDTT pak, terkait 2008-2016. Kenapa hanya di ujung 2016-2020?” cecar Arteria.


Politikus PDI Perjuangan ini juga meminta konfirmasi dari Jaksa Agung terkait pemeriksaan sejumlah emiten yang terafiliasi dengan grup Jiwasraya.

“Apa benar ada dilakukan full bucket terkait Jiwasraya? Dalam rangka apa? Ada apa ini? Apa ada kaitan dengan keterangan Benny Tjokro dalam persidangan?” lanjut politikus PDI Perjuangan ini.

Arteria memang menduga ada kaitannya dengan Benny Tjokro dalam kasus Jiwasraya. Lantaran diduga ada keterangan palsu beberapa tahun lalu mengenai kasus yang sama.

“Apa ada kaitannya saya rasa keterangan Benny Tjokro? Perlu ditindaklanjuti pak, karena kesaksian palsu di persidengan 9 tahun. Nggak mungkin dia main-main,” paparnya.

Kemudian, Arteria juga mempertanyakan status Djoko Tjandra yang hingga kini belum juga ditangkap oleh Kejaksaan Agung.

“Berikutnya, tadi bapak men-sounding Djoko Tjandra. Apa kesulitannya? Apa upaya terobosan? Jangan sampai nanti Djoko Tjandra lepas, ini kan sedang ajuin PK,” tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya