Berita

Pertemuan silaturahmi Airlangga Hartarto dan Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Politik

Dari Segi Figur Dan Parpol, Airlangga-AHY Memiliki Peluang Besar Di 2024

JUMAT, 26 JUNI 2020 | 12:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Silaturahmi politik antara Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sedikit banyak berdampak pada peta politik ke depan.

Termasuk jika didapati kesepakatan dari kedua ketum partai tersebut untuk mempersiapkan kontestasi pemilu mendatang.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO),  Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/6).


"Jika terjadi kesepakatan, kemitraan politik Golkar-Demokrat bisa menguntungkan keduanya. Golkar mendapat mitra dengan potensi tokoh dengan elektabilitas doprediksi akan terus naik, sementara Demokrat diuntungkan karena Golkar terbukti berhasil menjadi pemenang (kedua) di 2019," ujar Dedi Kurnia.

Penagamat politik dari Universitas Telkom ini menilai, Demokrat di tangan AHY sudah mulai memanaskan mesin politik sejak dini, termasuk menemuai Airlangga, Kamis malam. Langkah tersebut dinilai tepat meskipun gelaran pilpres masih terlampau jauh.

Saat ini, pertemuan Airlangga-AHY sangat bermanfaat menyongsong Pilkada Serentak 2020 yang berlangsung pada 9 Desember.

"Melihat kapasitas mesin parpol, Golkar-Demokrat memungkin untuk mengupayakan keduanya merangkak naik," kata Dedi Kurnia.

Adapun terkait figur Airlangga dan AHY ditambah mesin parpol yang sudah dipanaskan sejak dini itu, sangat membuka peluang keduanya menjadi pasangan yang diperhitungkan di kontestasi pilpres.

Hanya saja, peluang tersebut masih dinamis mengingat gelaran pilpres masih terlampau jauh.

"Dengan jarak waktu bicara hari ini, tentu saja peluang itu besar," demikian Dedi Kurnia Syah.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya