Berita

Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H. Wibowo/Net

Bisnis

Prediksi BPS Lebih Jelek Dari Menkeu, Dradjad Wibowo: Ada Kesalahan Besar Dalam Perekonomian Kita

RABU, 24 JUNI 2020 | 09:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 akan berada pada minus 7 persen, sedianya menjadi perhatian serius semua pihak.

Terlebih, prediksi tersebut berbeda dengan prediksi yang dismapaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang hanya minus 3 persen.

Begitu disampaikan Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H. Wibowo saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (24/6).


"Wah tinggi sekali kontraksi ekonominya. Jauh lebih jelek dari perkiraan saya, bahkan dari perkiraan Menkeu yang minus 3 persen. Ini berarti ada sesuatu yang salah besar dalam perekonomian kita," ujar Dradjad Wibowo.

Ekonom senior ini menilai prediksi tersebut bisa disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya soal penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tidak disiplin hingga masalah korporasi yang cukup serius dan mengakibatkan kontraksi ekonomi yang lebih besar.

"Kenapa? Karena PSBB di Indonesia kan tidak disiplin. Masyarakat masih banyak yang melakukan kegiatan di luar. Sepertinya benar dugaan awal saya, ada masalah korporasi yang serius dalam perekonomian Indonesia. Saat ekonomi melemah, masalah ini membuat kontraksi ekonomi lebih besar dari semestinya," urainya.

Menurut Dradjad wibowo, jika pada kuartal II tahun 2020 diprediksi sudah mencapai minus 7 persen, maka pada kuartal berikutnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin mengkhawatirkan. Hal itu diperparah dengan kasus Covid-19 yang belum kunjung melandai.

"Saya sekarang jadi khawatir, secara teknis Indonesia terancam masuk ke resesi ekonomi pada kuartal 3 tahun 2020. Karena, jika benar minus 7 persen, dengan kasus Covid-19 masih tinggi, ada risiko yang cukup tinggi bahwa pertumbuhan kuartal 3 tahun 2020 nol atau negatif," ujarnya.

Atas dasar itu, Dradjad Wibowo meminta pemerintah mesti serius memperhatikan sektor ekonomi tersebut. Yakni dengan memastikan sektor kesehatan harus lebih baik agar daya beli masyarakat kembali meningkat dan dampaknya pada sektor ekonomi itu sendiri.

"Sudah saatnya pemerintah lebih serius mengatasi pandemik Covid-19 ini dari sisi kesehatannya. Lalu jadikan sektor kesehatan sebagai salah satu motor pertumbuhan. Jadikan APBN sebagai pemicu konsumsi rumah tangga, bukan dihamburkan untuk program bermasalah seperti kartu prakerja," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya