Berita

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Pengamat: Chemistry Duet Prabowo-Etho Di Pilpres 2024 Masih Ambyar

SELASA, 23 JUNI 2020 | 13:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perbincangan hangat warganet yang menjodohkan Prabowo Subianto dan Erick Thohir untuk Pilpres 2024 dinilai wajar. Sebab hal itu menjadi hak warganet untuk menjodohkan siapa saja di Pilpres 2024 mendatang.

Namun apakah perjodohan politik tersebut akan membuahkan hasil, hal itu harus dilihat dari beberapa faktor elektoral dan chemistry keduanya di Pilpres 2024 nanti.

"Walaupun keduanya bisa menjadi kombinasi yang bagus dan menjadi pasangan yang serasi. Tapi, belum tentu memiliki penerimaan yang baik di mata publik atau akseptabilitas," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu,  Selasa (23/6).


Pengamat jebolan Universitas Indonesia (UI) itu menilai hubungan kebatinan antara kedua menteri pembantu Presiden Joko Widodo itu masih jauh.

"Semuanya masih belum ada yang punya chemistry. Netizen hanya mencocok-cocokan saja. Dan itu juga belum tentu cocok," sambungnya.

Direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) mengatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi keduanya belum memiliki kekuatan elektoral di Pilpres 2024 nanti adalah elektabilitas Prabowo Subianto yang terus menurun.

Sementara di satu sisi Erick Thohir atau yang akrab disapa Etho belum diperhitungkan dalam survei-survei yang dilakukan beberapa lembaga survei terkait capres dan cawapres.

“Itu tantangan tersendiri bagi keduanya. Biar bisa berjodoh, maka keduanya harus memiliki chemistry. Jika tidak, maka jodohnya akan ambyar," demikian Ujang Komarudin.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya