Berita

Ekonom Rizal Ramli/Net

Politik

Ekonomi Indonesia Seperti Petinju Yang Sudah Sempoyongan Dikasih Dopping

SENIN, 22 JUNI 2020 | 21:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kondisi perekonomian Indonesia di tengah pandemik Covid-19 ibarat pemain tinju yang sempoyongan nyaris tak berdaya. Ketidakberdayaan itu kemudian diberikan dopping yang lazimnya tak bertahan lama.

Dalam kondisi ekonomi yang nyata, pemerintah menggunakan dopping berupa utang.

Begitu disampaikan ekonom senior, Dr Rizal Ramli saat menjadi pembicara dalam diskusi daring bertajuk 'Perekonomian Indonesia: Fakta, Harapan dan Solusi' yang diselenggarakan Forum Alumni Perguruan Tinggi (FAPI), Senin (22/6).


"Hari ini Indonesia sudah kebanyakan utang tapi utangnya bukan swasta tapi pemerintah karena BUMN. Jadi kayak petinju itu udah oleng nih, tapi di-dopping, dikasih pinjeman yang terus-menerus bunga lebih tinggi," kata Rizal Ramli.

Sialnya, kata dia, utang yang diambil pemerintah berbunga dua persen di atas rata-rata, yang jika sudah jatuh tempo akan menambah beban utang itu sendiri.

"Sri Mulyani kan luar biasa ndableknya, setiap minjem bond yieldnya 2 persen di atas rata-rata. Terakhir, BRI nerbitin bond 1 miliar dolar, yield cuma 2 persen. Harusnya kan sovereign bond itu lebih murah, swasta BUMN di atasnya. Tapi ini sovereign bond paling atas," bebernya.

Ia mengamini bila selisih tingkat pengembaliannya kecil bila hanya 2 persen. Namun hal itu akan menjadi bengkak saat utang tersebut dilakukan bertahun-tahun.

"Kalau bond 10 tahun, 2 persen bunga berbunga itu sepertiganya nambah beban utang. Yang cara bayarnya naikin harga-harga, naikin potong subsidi dan sebagainya. Nah, jadi petinju yang mau rontok ini di-dopping kelihatan sehat lagi," sambung begawan ekonomi itu.

RR, sapaan karib mantan Menteri Ekonomi era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengungkapkan, beberapa pekan lalu pemerintah telah menerbitkan bond lebih dari 10 miliar dolar yang diikuti dengan menguatnya rupiah. Namun, penguatan rupiah itu tidak natural karena tidak disertai dengan fundamental ekonomi.

"Rupiah menguat karena dolar Amerika memang lagi drop terus, karena Amerika nerbitin stimulus dengan nyetak uang 2 triliun dolar AS, ya otomatis nilai dolar terhadap mata uang lain rontok, nolong rupiah. Tapi juga karena kita nerbitin bond 10 miliar dolar, di-dopping, jadi rupiah lebih stabi sekitar 14 ribu," jelas RR.

Selain RR, turut hadir dalam diskusi daring tersebut, antara lain; mantan Anggota DPR RI, Alumni UI Chandra Tirtawijaya, Ketua Dewan Pertimbangan FAPI, Alumni UNPAD Doddy Haryadi, Ketua FAPI, Alumni UB Utari Sulistiowati.

Kemudian, Putri Bung Tomo, Pahlawan Nasional yang juga Alumni UGM drg.Lista Tomo, Alumni ITB Muhammad Iqbal, Sekjen FAPI, Alumni UNKRIS Nurul, Guru Besar UNHAS Juajir Sumardi dan Alumni UI Eman S. Nasim.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya