Berita

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuksikaping, Haryadi/Net

Nusantara

Berawal Ikut Tes Swab Hendak Temui Anak Istri Di Jakarta, ASN Pasaman Ini Tidak Menduga Divonis Positif Corona

SENIN, 22 JUNI 2020 | 10:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja, Kabupaten Pasaman, Haryadi (37 tahun) dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 setelah mengikuti tes Swab di Puskesmas Sundatar, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Kabupaten Pasaman, Kamis (18/6).

Hasil positif terinfeksi Covid-19 ini diketahui setelah keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas (Unand) Padang, Minggu (21/6).

"Sedih, saya juga tidak menduga hasilnya bakal seperti itu, meski tidak ada mengalami gejala dan kondisi sehat-sehat saja, dan fisik dalam keadaan bugar," ujar Haryadi kepada redaksi, Senin (22/6).


Sebelum dinyatakan positif corona, Haryadi yang sehari-hari sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuksikaping ikut berperan aktif bekerja memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Pasaman.

Melalui aksi sosialisasi pola hidup sehat dengan mengedukasi warga memakai masker, bahkan tidak melalui belakang meja saja, melalui peran aktif turun ke pasar, Haryadi ikut aktif terjun langsung ke pasar-pasar tradisional.

Namun, dengan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, kini Haryadi harus mengikuti isolasi secara mandiri.

"Ya, kita harus menghormati hasil tes ini, meskipun tidak mengalami gejala-gejala apapun," ujar Haryadi.

Menurutnya, setelah dirinya dinyatakan corona, dia menghormati dan mematuhi aturan dan ketentuan protokol penanaganan pasien corona.

"Tidak usah dirawat di RS, isolasi mandiri saja di rumah, kalaupun ada kendala atau dirasakan ada yang sakit, segera dilaporkan teman-teman kesehatan," sebut Haryadi.

Haryadi mengikuti tes Swab bukanlah karena mengalami gejala sakit sebelumnya. Dia sengaja ikut Swab ke Puskesmas Sundatar karena mendapat informasi bahwa sedang dilakukan test Swab massal oleh dinas kesehatan kepada warga.

"Berhubung PSBB transisi di Jakarta akan segera berakhir, guna melengkapi syarat administrasi penerbangan, saya ingin memastikan sehat, eh tahunya hasilnya positif," sebut Haryadi.

Haryadi sebelumnya tidak pernah menduga, bahkan tidak akan merasa jika hasilnya positif. Sebab dia terlihat bugar dan sehat-sehat saja.

"Sudah berharap bisa ketemu anak-anak dan istri, apa boleh buat hasilnya begitu," ujar Haryadi dengan nada pasrah.

Menurut Haryadi, dirinya terpaksa menunda lagi setelah hampir 5 bulan tidak ketemu anak istri. Dia menjelaskan sangat menghormati hasil Swab yang menyatakan dirinya positif terinfeksi corona.

Dia juga menjelaskan akan mematuhi semua himbauan pihak kesehatan dan Gugus Tugas Covid 19. Dia pun memilih untuk karantina mandiri.

"Ya, meski tidak sakit apa-apa, saya harus isolasi dulu, menjaga diri dan beristirahat serta mengatur asupan gizi, semoga Allah lindungi kita semua," sebut Haryadi.

Terakhir, Haryadi berharap, dengan kejadian yang menimpa dirinya menghimbau semua pihak agar tetap selalu waspada, selalu siaga menjaga kesehatan diri setiap hari, memakai masker, menjaga jarak aman dan mematuhi protokol kesehatan yang dihimbau oleh Pemerintah. Dia juga berharap doa semua pihak semoga dirinya kuat menghadapi ini, dan tidak terjadi apa-apa.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya