Berita

Keadaan rumah sakit di Yaman yang tidak memadai untuk menangani wabah Covid-19/Net

Dunia

PBB: Virus Corona Runtuhkan Sistem Kesehatan Di Yaman

JUMAT, 22 MEI 2020 | 17:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pandemik virus corona baru yang diyakini sudah menyebar ke seluruh Yaman telah meruntuhkan sistem kesehatan di negara yang sedang berkonflik tersebut.

Kantor Urusan Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) yang merupakan bagian dari PBB mengatakan pada Jumat (22/5), Yaman memerlukan bantuan mendesak.

"Badan-badan bantuan di Yaman beroperasi atas dasar bahwa transmisi masyarakat terjadi di seluruh negeri," ujar jurubicara OCHA, Jens Laerke seperti dilansir Reuters.


“Kami mendengar dari banyak orang bahwa Yaman benar-benar berada di tepi jurang saat ini. Situasinya sangat memprihatinkan, mereka berbicara tentang sistem kesehatan yang pada dasarnya runtuh," tambahnya.

Laerke menjelaskan, para petugas medis atau sukarelawan terpaksa "memalingkan wajah" karena mereka tidak memiliki ventilator yang cukup atau bahkan pasokan peralatan pelindung diri (APD) yang memadai.

Pada Kamis (21/5), badan amal medis, Medecins Sans Frontieres (Dokter Tanpa Batas) mengungkapkan, pusat perawatan virus corona di Yaman selatan mencatat setidaknya ada 68 kematian hanya dalam kurun waktu dua pekan.

Angka tersebut lebih banyak dua kali lipat dari yang diumumkan oleh otoritas Yaman sejauh ini dan menunjukkan telah terjadi bencana yang lebih luas di sana.

Sejak dilanda perang, warga Yaman sangat rentan, kekurangan gizi, hingga kelaparan. Konflik Yaman sendiri terjadi antara pemerintah yang didukung oleh koalisi Saudi yang berbasis di Aden dengan kelompok Houthi yang didukung oleh Iran.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya