Berita

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti/RMOL

Dunia

OKI Sudah Tidak Solid, Abdul Muti: Harapan Besar Untuk Kemerdekaan Palestina Justru Datang Dari Uni Eropa

KAMIS, 21 MEI 2020 | 15:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kerjasama Islam sudah tidak sesolid dulu. Kekuatan negara-negara Arab yang mayoritas muslim tidak begitu menunjukkan dukungan yang besar kepada Palestina.

Dulu, Arab Saudi, Mesir, dan Libya merupakan kekuatan-kekuatan Arab yang vokal untuk membela bangsa Palestina. Namun sejak Arab Spring, dikatakan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti, fokus mereka beralih pada penanangan masalah di dalam negeri.

"Karena banyak negara yang gugur, jatuh dan sampai sekarang belum bangkit lagi. Mereka sibuk berusaha menyelamatkan rezim," ungkapnya dalam webinar ICC Jakarta dan IJABI pada Kamis (21/5).


Bahkan, Abdul Muti mengatakan, setidaknya dalam lima tahun terakhir, hubungan antara negara-negara tersebut dengan Israel justru semakin mesra.

"Mungkin harapan negaar-negara OKI ada pada Iran yang konsisten mendukung perjuangan bangsa Palestina dan memberikan banyak dukungan dalam berbagai macam bentuk," ujarnya.

Sementara jika dilihat, walaupun Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, namun posisi tersebut tidak memberikan perubahan yang signifikan karena resolusi untuk membantu Palestina tentu akan akan dengan veto dari lima negara anggota tetap.

"Harapan yang besar justru datang dari Uni Eropa. Menurut saya ini bisa menjadi bagian-bagian dari jalur diplomasi yang dilakukan jika pilihan perdamaian menjadi jalan keluar," papar Abdul Muti.

"Harapan lain juga bisa datang dari AS sendiri dengan Donald Trump kalah. Karena kalau kita melihat presiden dari (Partai) Demokrat akan lebih positif terhadap perjuangan bangsa Palestina," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya