Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak beberapa waktu terakhir kerap menyalahkan China atas pandemi virus corona atau Covid-19 yang terjadi di dunia/Net

Dunia

COVID-19

Kembali Tunjuk Hidung China, Trump Samakan Covid-19 Dengan Pembunuhan Massal

KAMIS, 21 MEI 2020 | 00:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump lagi-lagi menarik sorotan dunia dengan retorika terbarunya,

Pada Rabu (20/5), Trump kembali menunjuk hidung China atas pandemi virus corona atau Covid-19 yang terlah merenggut ratusan ribu nyawa di banyak negara dan wilayah di dunia.

Dalam retorika terbarunya, Trump menyalahkan China atas apa yang dia sebut sebagai pembunuhan massal di seluruh dunia.


Hal itu dia sampaikan dalam cuitan di akun Twitternya. Trump bahkan menyebut "wacko in China" yang tidak diketahui maknanya.

"Itu adalah ketidakmampuan China, dan tidak ada yang lain, yang melakukan pembunuhan massal di seluruh dunia ini," tulis Sang Presiden.

Sejak beberapa waktu terakhir, Trump kerap melemparkan tuduhan ke China dan menyebutnya bertanggungjawab atas pandemi virus corona yang terjadi saat ini.

Virus itu sendiri memang pertama kali menyebar di kota Wuhan di China. Namun, penyebab serta asal-mula munculnya virus tersebut masih diteliti hingga saat ini.

Dikabarkan Channel News Asia, pada awal pandemi, Trump kerap memandang sebelah mata soal ancaman serius dari pandemi tersebut. Dia berulang kali menyebut China sedang menangani wabah.

Namun sejak pandemi virus corona terjadi di Amerika Serikat dan menyebar dengan sangat cepat, Trump justru balik menyalahkan China dan juga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dia juga menuduh China menutup-nutupi soal wabah ketika virus corona pertama kali muncul akhir tahun lalu.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:18

BPKH Harus Diperkuat demi Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12

Maroko dan Prancis Perkuat Kemitraan, 11 Perjanjian Baru Disepakati

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:02

Halaqah Pra-Muktamar Bahas Arah Kepemimpinan NU di Abad Kedua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:02

Catatan Akhir Pekan Saham MD Entertainment: Terkoreksi, tapi Magnetnya Belum Pudar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:00

Cara Nonton Final Piala Dunia 2026, Spanyol Vs Argentina

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:49

Nelayan Pulau Panggang Kesulitan BBM

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:45

China dan RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Airlangga: KEK Batang Jadi Fokus Investasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:30

Sektor Teknologi dan Energi Topang Reli Indeks Kompas100 Sepekan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:14

Enam Titik Penginapan Siap Tampung Ribuan Peserta Muktamar NU

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:01

Selengkapnya