Berita

Presiden Filipina Rodrigo Duterte/Net

Dunia

Ada Lagi Oknum Guru Yang Ditangkap Karena Tawarkan Hadiah Jutaan Untuk Kematian Duterte, Jumlahnya Kini Menjadi Tiga

KAMIS, 14 MEI 2020 | 15:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Filipina menangkap dua orang guru di provinsi Cebu dan Aklan yang diduga menawarkan hadiah melalui postingan media sosial. Penangkapan ini menyusul kasus penangkapan guru Ronnel Mas, yang telah diamankan untuk kasus yang sama.

Ronald Quiboyen dan Maria Catherine Ceron menghadapi tuduhan menyebarkan kebencian dan hasutan terhadap presiden mereka dan dikaitkan dengan Cybercrime Prevention Act.

Quiboyen, seorang pekerja konstruksi, ditangkap pada Selasa malam oleh tim polisi di kota Melayu di Aklan dan Kelompok Investigasi dan Deteksi Kriminal (CIDG), serta Unit Anti-Cybercrime Regional. Quiboyen ditangkap di rumah kosnya di Barangay Yapak di Pulau Boracay.


Dia diduga menulis di akun Facebooknya bahwa dia menawarkan P100 juta kepada siapa saja yang dapat membunuh Presiden Rodrigo Duterte.

Sementara Ceron, seorang lulusan perguruan tinggi yang menganggur, ditangkap di Barangay Ibabao di kota Cordova, Cebu, pada Rabu, beberapa jam setelah ia diduga membuat tulisan di akun Facebooknya hadiah P75 juta untuk siapa saja yang bisa membunuh Duterte, seperti dikutip dari Inquerer, Kamis (14/5).

Ceron membantah bahwa dialah yang membuat posting, mengatakan akun media sosialnya diretas.

Letnan Kolonel Jonathan Pablito, kepala polisi Melayu, mengatakan dia menerima laporan dari penduduk Boracay tentang jabatan Quiboyen pada Senin pagi.

Dalam posnya, Quiboyen diduga menulis: “Saya akan menggandakan P50 juta Anda menjadi P100 juta bagi siapa saja yang dapat membunuh Duterte. Saya sekarang di sini di Boracay."

Tidak jelas apakah tulisan itu terkait dengan postingan  dibuat oleh Ronnel Mas, seorang guru sekolah menengah negeri di provinsi Zambales yang sebelumnya juga ditangkap karena menjanjikan hadiah P50 juta untuk kematian presiden.

Quiboyen tidak melawan ketika ditangkap. Dia mengaku hanya ingin terkenal saja.

Mayor Ronald Allan Tolosa, wakil kepala CIDG di Visayas Tengah, mengatakan saat ini pihaknya masih memeriksa Ceron.

Aliansi Guru Peduli (ACT) memberikan pendapatnya terhadap penangkapan itu. Mereka mengatakan, tindakan aparat terlalu keras. Mas sendiri sudah meminta maaf atas postingan itu dan mengaku menyesal.

Mas mengatakan kalimat itu hanya lelucon.

"Saya hanya mencocokkan hadiah P50-juta dari Duterte yang ditawarkan untuk penemuan vaksin melawan virus corona," terangnya, "Saya minta maaf kepada Presiden Duterte karena memposting tweet itu," katanya lagi kepada media, mengatakan bahwa dia hanya ingin mendapat perhatian karena jabatannya.

ACT mengungkapkan, bahwa tidak adil bagi orang biasa untuk segera ditangkap karena membuat pernyataan seperti itu ketika Duterte tidak menghadapi risiko penahanan setiap kali ia mengeluarkan ancaman

“Yang lebih membingungkan bagi federasi guru adalah prevalensi dari pos dan pernyataan yang bahkan lebih keras dan meresahkan oleh pendukung Duterte dan bahkan pejabat pemerintah terhadap kritik pemerintah, yang belum pernah ditanggapi dengan tanggapan agresif yang sama dari para penegak hukum,” kata ACT dalam pernyataannya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya