Berita

Dewan Nasional untuk Evaluasi Kebijakan Pembangunan Sosial Meksiko/Net

Dunia

Pandemik, Akan Ada Sembilan Juta Orang Miskin Di Meksiko

RABU, 13 MEI 2020 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meksiko harus menghadapi runtuhnya ekonomi negara itu karena wabah virus corona. Hasil studi memprediksi akan ada sembilan juta orang miskin di Meksiko.
Badan publik otonom yang menyoroti kemiskinan, CONEVAL, menyatakan pandemik ini membuat hidup orang menjadi sangat sulit. Sekitar 70 juta orang Meksiko, atau 56 persennya, tidak berpenghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Antara Maret hingga April, perekonomian masyarakat benar-benar terpuruk karena bisnis-bisnis tutup dan sebanyak 346.000 pekerjaan formal hilang sehingga banyak terjadi pemutusan hubungan kerja.

"Kesimpulan umum adalah bahwa krisis ini mengancam kemajuan Meksiko dalam pembangunan sosial dan akan secara tidak proporsional mempengaruhi kelompok-kelompok yang paling rentan," kata CONEVAL dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/5). Lembaga itu juga menyarankan perlu memperluas dan memperkuat langkah-langkah respons terutama dari pemerintah.

"Kesimpulan umum adalah bahwa krisis ini mengancam kemajuan Meksiko dalam pembangunan sosial dan akan secara tidak proporsional mempengaruhi kelompok-kelompok yang paling rentan," kata CONEVAL dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/5). Lembaga itu juga menyarankan perlu memperluas dan memperkuat langkah-langkah respons terutama dari pemerintah.

CONEVAL menyarankan kepada para pembuat kebijakan untuk  mempertimbangkan pemberian tunjangan untuk seluruh pensiunan. Bantuan untuk masyarakat yang terdampak wabah juga diusulkan.

Selama ini Meksiko tidak memberikan tunjangan kepada para pensiun.  Pekerja yang menganggur sebagian besar terpaksa bergantung pada tabungan, keluarga, atau pada amal pribadi untuk bertahan hidup.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya