Berita

Presiden Filipina Rodrigo Duterte/Net

Dunia

Duterte Umumkan Perpanjangan Lockdown 11 Pekan Lagi, Filipina Pun Jadi Negara Yang Berlakukan Penguncian Terpanjang

SELASA, 12 MEI 2020 | 16:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah menerapkan lockdown selama sembilan minggu, Filipina akan memperpanjang lagi masa lockdownnya hingga 11 pekan ke depan.  

Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan perpanjang lockdown itu lewat pidato resminya, Selasa (12/5). Selain memperluas wilayah penguncian, masa lockdown pun diperpanjang menjadi 11 pekan. Itu artinya Filipina menjadi negara dengan perpanjangan lockdown terlama di antara semua negara-negara di dunia yang memberlakukan penguncian

Duterte mengambil langkah ekstrem demi penanganan wabah virus corona yang lebih baik lagi. Sementara negara lain bersiap dengan pelonggaran, ia malah semakin memperketat dan memperpanjang aturan tersebut.


Masa lockdown sebelumnya, baru akan selesai dua pekan lagi. Kemudian ditambah perpanjangan 11 pekan. Ini akan menjadi masa lockdown terlama, sementara Kota Wuhan, pusat penyebaran virus corona hanya melakukan lockdown selama 76 hari.

Langkah-langkah penguncian akan sedikit dilonggarakan di beberapa wilayah. Namun ia tetap mendesak kewaspadaan dengan mewajibkan rakyatnya memakai masker.

"Mereka yang diijinkan keluar untuk bekerja dan yang diharuskan tetap tinggal di rumah, harus sama-sama memahami bahwa yang kita hadai adalah virus, dan segala hal bisa saja terjadi. Bahwa pelonggaran pembatasan ini bukan untuk mengatakan virus corona tidak berbahaya," kata Duterte seperti dikutip CNA, Selasa (12/5).  

"Kita tidak bisa membiarkan gelombang kedua atau ketiga terjadi," tegasnya.

Duterte menyadari langkah lockdown akan membuat ekonomi pincang, tetapi ia berkeyakinan upaya penguncian akan menyelamatkan rakyatnya. Ia bersama jajarannya tengah memikirkan dorongan ekonomi di satu sisi tetap mempertimbangkan keselamatan rakyat.

Ekonomi negara ini dihantam dua dekade pertumbuhan. Manila, sebuah kota yang ramai dengan sedikitnya 13 juta orang dan jutaan penduduk informal, menjadi pusat infeksi. Lockdown di Manila dan kota-kota besar lainnya mengamanatkan karantina untuk tetap berada di rumah, jarak sosial, pembatasan transportasi, imigrasi dan latihan di luar ruangan, dan membatasi pergerakan pekerja di sektor-sektor penting. Selain itu, hanya satu orang per rumah tangga yang boleh keluar untuk kunjungan ke supermarket, apotek, atau klinik.

Filipina menjadi salah satu negara pertama yang melarang penerbangan ke dan dari China setelah tiga pengunjung China dinyatakan positif. Filipina juga menjadi negara ketiga yang memberlakukan karantina rumah, walau angka kasus masih kecil.

Juru bicara Harry Roque mengonfirmasi langkah karantina di kota-kota besar sangat berdampak pada ekonomi.

"Sumber pemerintah terbatas, jadi kami harus menghasilkan sumber daya untuk melawan Covid-19 dalam jangka panjang, di masa depan tanpa intervensi ekonomi hasilnya akan lebih merugikan daripada dampak Covid-19," kata Roque.

Roque mengatakan Manila juga mengizinkan beberapa aktivitas ekonomi penting demi menghindari resesi karena menurunnya konsumsi domestik yang menjadi pendorong utama pertumbuhan Filipina.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya