Berita

Sejarah pandemik influensa 1918/Net

Dunia

Ekonomi Amerika Justru Jatuh Ketika Semua Perhatian Dikerahkan Untuk Pandemik Virus Corona

SELASA, 12 MEI 2020 | 15:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kebijakan penyebaran virus corona telah berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Ekonomi menjadi lemah bahkan jatuh. Jika penanganan lemah hal itu tentu akan semakin menciptakan kekacauan yang lebih buruk lagi.

Para peneliti dari lembaga Federal Reserve yang juga menganalisa pandemik influensa 1918 di AS mengatakan, saat ini Amerika mengalami kejatuhan ekonomi karena sejak awal semua fokus dalam penanganan virus corona.

Penelitian ini dipresentasikan dalam sebuah makalah yang dirilis pada bulan Maret, di mana disebutkan ekonomi AS berhenti demi untuk menghentikan penyebaran virus corona. Penelitian itu melibatkan beberapa penulis, seperti  Sergio Correia Dewan Federal Reserve, Stephan Luck dari New York, dan Emil Verner dari Massachusetts Institute of Technology.


Presiden Donald Trump telah menyerukan agar ekonomi segera bangkit kembali, dan memilih menyambut Paskah, sebuah momen yang bisa mendorong ekonomi Amerika, seperti dikutip dari Bloomberg.

Beberapa ekonom telah memperingatkan, bahwa jika pilihan itu akan menimbulkan banyak korban berjatuhan karena terpapar virus, pada akhirnya korban akan tetap berjatuhan bahkan lebih banyak lagi daripada korban Covid-1 itu sendiri karena ekonomi yang jatuh.

Pandemik influenza, yang menewaskan antara 550.000 hingga 675.000 orang Amerika, atau 0,66 persen dari populasi, menyebabkan penurunan ekonomi yang cukup tajam dan terus-menerus.

Di tengah pandemik influenza 1918, sebuah negara bagian AS pada tingkat paparan rata-rata mengalami penurunan 18 persen dalam output manufaktur. Efek-efek itu bertahan selama bertahun-tahun dalam keadaan ekonomi yang tertekan, terutama di daerah dengan tingkat infeksi yang lebih tinggi.

Tetapi langkah-langkah yang diambil untuk menghentikan penyebaran virus corona seperti jarak sosial, diidentifikasi oleh para peneliti sebagai 'intervensi non-farmasi' (NPI), tidak memiliki efek negatif yang sama.

"Kota-kota yang menerapkan intervensi kesehatan non-farmasi yang lebih cepat dan kuat tidak mengalami penurunan yang lebih buruk," klaim para peneliti.

"Sebaliknya, bukti pada aktivitas manufaktur dan aset bank menunjukkan bahwa ekonomi berkinerja lebih baik di daerah-daerah dengan NPI yang lebih agresif setelah pandemi," ujar mereka.

Hal inilah yang membuat perbedaan yang jelas antara Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, dan influenza. Yang terakhir tampaknya memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.

Tetapi ada kesamaan potensial antara kedua pandemik, dalam artikel itu, para peneliti mengutip tempat-tempat seperti Taiwan dan Singapura. Dua negara itu dianggap telah menerapkan langkah-langkah awal, telah membatasi pertumbuhan infeksi, dan telah mengurangi gangguan ekonomi terburuk yang disebabkan oleh pandemik.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya