Berita

Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo/Net

Dunia

Muncul Kluster Baru, Presiden Ghana Perpanjang Pembatasan Sosial

SELASA, 12 MEI 2020 | 13:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo mengungkapkan, terdapat seorang warganya yang telah positif Covid-19 dan menginfeksikan virus tersebut ke lebih dari 500 orang.

Akufo-Addo mengatakan, seorang pekerja di sebuah pabrik pengolahan ikan di kota Tema, pinggir laut Atlantik telah menginfeksi 533 pekerja lainnya di sana.

"Semua, 533 orang telah terinfeksi oleh satu orang," ujarnya dalam konferensi pers seperti dilansir CGTN, Selasa (12/5).


Ia tidak menjelaskan bagaimana infeksi tersebut terjadi atau apa saja langkah-langkah yang telah dilakukan. Namun Akufo-Addo mengatakan, 533 kasus tersebut mewakili sekitar 11,3 persen dari total infeksi secara nasional di Ghana.

Ketika ditanya, otoritas kesehatan Ghana pun tidak memberikan kejelasan terhadap kluster yang diumumkan pada Jumat malam (8/5) tersebut.

Sejak pertama kali dilaporkan pada pertengahan Maret, Ghana saat ini mengonfirmasi 4.700 kasus. Itu adalah angka infeksi tertinggi di Afrika Barat.

Hingga saat ini, sebanyak 22 orang telah meninggal dunia dan 494 orang sudah sembuh.

Akuko-Addo mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan 160.501 tes sejak wabah Covid-19 muncul. Jumlah tes tersebut lebih banyak jika dibandingkan negara lain di Afrika.

"Penerapan strategi kami melacak, menguji, dan mengobati secara agresif adalah cara kami yang paling pasti untuk membasmi virus," kata Akufo-Addo.

Selain itu, ia juga mengumumkan perpanjangan larangan pertemuan publik hingga akhir Mei, dan sekolah serta universitas akan tetap ditutup.

Pada 19 April, Akufo-Addo melonggarkan kuncian selama tiga minggu di dua kota utama Ghana, Accra dan Kumasi, karena khawatir akan dampak ekonomi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya