Berita

Menaker Ida Fauziyah/Net

Dunia

587 Pekerja Migran Indonesia Terpapar Covid-19

MINGGU, 10 MEI 2020 | 16:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pandemik virus corona baru (Covid-19) harus benar-benar diwaspadai para atase ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan di masing-masing perwakilan diplomatik.

Sebab virus yang berasal dari Wuhan, China ini sudah menjangkit hampir seluruh dunia.

"Kami minta kepada para atase ketenagakerjaan untuk meningkatkan upaya pelindungan dan penanganan kasus PMI (pekerja migran Indonesia) akibat wabah virus corona atau covid-19 di negara-negara penempatan," kata Menaker Ida Fauziyah saat melakukan video conference dengan para atase ketenagakerjaan dari 11 negara penempatan di Jakarta, Minggu (10/5).


Berdasarkan laporan 12 atase di 11 negara penempatan, jumlah PMI yang terpapar Covid-19 sebanyak 587 orang, 224 orang di antaranya positif corona, 353 pekerja migran masuk karantina, dan 10 pekerja migran meninggal dunia.

Dari jumlah pekerja migran yang dinyatak positif, paling banyak berasal dari Malaysia, yakni sebanyak 108 WNI. Kemudian Uni Emirat Arab 40 orang, Arab Saudi 37 orang (22 orang di Riyadh dan 15 orang di Jeddah), Qatar 19 orang, Kuwait 13 orang, Singapura 5 orang, Taiwan 2 orang, dan Brunei Darussalam 1.

Sedangkan jumlah PMI yang masuk karantina sebanyak 353 orang berada di empat negara. Terbanyak di Korea sebanyak 173 orang, kemudian Qatar 91 orang, Arab Saudi 89 orang, dan Kuwait 10. 10 orang pekerja yang meninggal semuanya berada di Jeddah.

Ida Fauziah menegaskan, pemantauan situasi dan kondisi pandemik Covid-19 harus dilakukan rutin, termasuk pemantauan oleh para atnaker di negara penempatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ke Indonesia.

“Para atase naker saya minta waspada 24 jam, hape jangan dimatikan agar anak-anak kita bisa mengadu kapan pun. Ingat, orang sakit kan tidak kenal jam dan waktu. Jangan bosan memberi tahu anak-anak jangan mudik, angan lupa masker, jangan kumpul-kumpul, dan jangan lupa cuci tangan.

Turut hadir dalam video konferensi tersebut di antaranya Plt. Dirjen Binapenta & PKK, Aris Wahyudi; Direktur PPTKLN, Eva Trisiana; serta 12 Atase Ketenagakerjaan perwakilan RI dari 11 negara penempatan, yaitu Burnei Darussalam, Hongkong, Korsel, Malaysia, Singapura, Taiwan, Arab Saudi (Riyadh dan Jeddah), Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab dan Yordania.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya