Berita

Tuvalu/Net

Dunia

PBB Siapkan Rp 256 Miliar Untuk Bantu 14 Negara Dan Wilayah Di Pasifik Lawan Dampak Covid-19

MINGGU, 10 MEI 2020 | 07:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

PBB meluncurkan rencana tanggapan Covid-19 untuk 14 negara dan wilayah di Pasifik yang menderita akibat dampak pandemik Covid-19.

Menurut jurubicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric pada Jumat (8/5), rencana tersebut membutuhkan 35,5 juta dolar AS atau Rp 256 miliar untuk kebutuhan mendesak seperti pendidikan, keamanan, pangan, air dan sanitasi, nutrisi, perlindungan, logistik, serta telekomunikasi darurat.

"Meskipun sumber daya PBB yang ada telah dialihkan ke arah respons pandemik, masih ada kesenjangan pendanaan 19 juta dolar AS," kata Dujarric seperti dimuat CGTN.


Walaupun beberapa negara Pasifik belum melaporkan adanya kasus Covid-19, namun secara ekonomi, mereka sudah sangat terpengaruh. Mengingat ekonomi negara-negara Pasifik banyak yang berasal dari pariwisata, perdagangan luar negeri, dan pengiriman uang ke luar negeri.

"Pemerintah, PBB, serta semua mitra kami, berfokus pada pemulihan cepat yang melindungi yang paling rentan, terutama perempuan dan anak-anak, serta pekerjaan dan usaha kecil," katanya.

Rencana tanggapan diluncurkan pada Kamis (7/5) oleh dua koordinator penduduk PBB yang memimpin tim PBB yang mencakup 14 negara dan wilayah Pasifik.

Sementara itu, rencana kesehatan tambahan Pasifik, yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), membutuhkan 42 juta dolar untuk pengadaan, pelatihan tenaga medis dan komunikasi risiko.

Dujarric mengatakan, dana tersebut akan melengkapi sumber daya dari Dana Perwalian Multi-Mitra untuk Respons dan Pemulihan Covid-19, yang diluncurkan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres untuk mengatasi dampak di ekonomi yang sangat rapuh, rentan terhadap iklim, dan bergantung pada pariwisata.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya