Berita

Kemacetan di bundaran Waru di hari pertama PSBB Surabaya/Repro

Politik

Hari Pertama PSBB Di Surabaya Bikin Macet Parah, PKS: Pemerintah Pusat Dan Daerah Perlu Kerjasama

SELASA, 28 APRIL 2020 | 15:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari pertama di Kota Surabaya mengakibatkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan. Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang panik untuk pulang ke kediaman mereka.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyampaikan bahwa penerapan sistem PSBB perlu sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah.

“Semua mesti perhatian betapa PSBB juga masih punya kendala. Pemda dan Pemerintah Pusat perlu bekerja bersama menyelesaikan masalah ini,” ujar Mardani kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/4).


Pihaknya mengatakan, pemerintah harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum menerapkan PSBB agar pelaksanaannya berjalan lancar.

“Pastikan sebelum PSBB sosialisasi sudah diterima masyarakat. Plus kebutuhan diminta disiapkan sebelumnya. Terakhir ada penegakan hukum yang jelas dengan penggunaan IT seperti di Bangka Belitung yang cukup sukses,” tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya