Berita

Joko Widodo/Net

Publika

Banyak Lockdown Yang Berhasil, Presiden Jokowi Terlalu Gengsi Mengakui

SELASA, 28 APRIL 2020 | 10:25 WIB | OLEH: SYAFRIL SJOFYAN

RAKYAT di Kota Wuhan, Propinsi Hubei, China kini bergembira ria setelah mereka secara ketat dan disiplin selama 3 bulan "dikunci" di rumahnya. Semua kegiatan termasuk industri angkutan jenis apapun tanpa kecuali dilockdown.

Hasilnya, kini tidak satupun yang positif Covid-19. Di Vietnam yang dekat perbatasan China, malah lebih awal bisa menepuk dada. Tidak satupun warganya yang meninggal akibat Covid-19. Mereka menerapkan lockdown.

Menyusul, Australia mencabut lockdown yang membuat warganya senang memenangkan perang melawan Covid -19, memuji pemerintahnya yang cepat tanggap.


Pemerintah Australia kuatir dengan cara pemerintah Indonesia "bercanda" melawan wabah pandemic Covid-19 menarik duta besarnya pulang ke Australia. Jurnalis Australia sering mengkritik pemerintah Indonesia menangani Covid-19.

Inggris, perdana menteri-nya yang positif Covid-19 dirawat selama 21 hari, dan kini telah bertugas kembali berencana melonggarkan lockdown.

Selandia bBaru mengklaim telah memenangkan pertempuran melawan virus corona. Perdana Menteri Jacinda Ardern, pada Senin (27/4) melaporkan tidak ada penyebaran di masyarakat. Tidak terdeteksi penularan di masyarakat, kami buka lockdown! Begitulah sukses story beberapa negara.

Kenalan baik saya. Perempuan WNI punya hubungan sebagai saudara dekat. Menikah dengan warga Inggris punya anak dua tinggal di Birmingham, Inggris. Bangga dengan lockdown di kotanya.

Sebulan yang lalu mengirimkan foto dan video kondisi lockdown di Inggris. Kaget mengetahui Indonesia tidak lockdown. Terutama daerah epicentrum Covid-19 Jakarta dan sekitarnya.

Kini sudah terlanjur menyebar di 34 provinsi, dan sekitar 200 Kota/Kabupaten di Indonesia. Penanganan wabah virus corona baru di Indonesia yang dianggap "terlambat" menuai kritikan dari media-media asing.

Kini Presiden Jokowi berharap awal Juni Covid-19 sesuai prediksi ilmuan di Singapura. Harap dibaca prediksi tersebut meneliti beberapa negara yang sukses dengan lockdown, bukan dengan PSBB. Yang serba longgar tanpa ada sanksi/ hukuman pidana bagi pelanggarnya, hanya untuk menghindar dari tanggung jawab memberi makan warga.

Pengertian mudik dan pulang kampung pun dalam situasi pandemik dimunculkan untuk diperdebatkan. Bukan substansi mencegah menyebarnya Covid-19.

Sebagai Presiden di Republik Indonesia dengan kewenangan yang luar biasa, sewajarnya pertanggungjawabannya juga luar biasa. Seharusnya rakyat sudah harus menuntut pertanggungjawaban tersebut. Semestinya tidak banyak korban Covid-19 berjatuhan di Indonesia dan penyebaran bisa ditekan hanya di daerah epicentrum.

Kenapa Vietnam berhasil tidak satupun warganya yang meninggal. Ini jelas kegagalan Pemerintah Indonesia. Tidak perlu beralasan bahwa pandemik berlangsung di seluruh dunia. Apalagi membandingkan dengan urutan-urutan di dunia.

Kebijakan yang serba longgar, memberi beban dan membingungkan daerah jelas suatu kegagalan. Pemimpin teledor dan gagal harusnya dapat sanksi. Wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat semestinya punya hati nurani.

Pengalihan tanggung jawab Presiden bukan dengan membagi sembako secara langsung kepada rakyat.

Penulis adalah pengamat kebijakan publik, aktivis pergerakan 77-78.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya