Berita

Politisi PKS, Nasir Djamil/Net

Politik

Soal Pesan Prabowo, PKS: Enggak Ada Yang Luar Biasa, Normatif Semua

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 15:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pesan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang disampaikan kepada seluruh kader Gerindra dan loyalisnya terkait situasi politik terkini hingga pandemik Covid-19 dinilai sebagai hal yang lumrah dilakukan.

“Enggak ada yang luar biasa, normatif semuanya,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (23/4).

Pun demikian saat disinggung mengenai pernyataan Prabowo yang menyiratkan para kader untuk tidak lagi mengkritisi pemerintah dalam penanganan Covid-19. Bagi Nasir, hal itu wajar mengingat Prabowo kini telah masuk ke dalam lingkaran istana.


“Jika kemudian mendukung pemerintah karena dia bagian dari pemerintahan, enggak mungkin dia bersikap sebagai oposisi,” paparnya.

Namun bila ditelisik lebih dalam, anggota Komisi III DPR RI ini menilai taklimat Prabowo juga sekaligus sebagai pengingat kepada kadernya, di mana saat ini masih ada politisi Gerindra yang masih kritis kepada pemerintah. Nasir melihat, pernyataan Prabowo seperti teguran atasan ke bawahan.

“Kalimat-kalimat yang disampaikan Prabowo karena dia bagian dari pemerintah dan mendukung pemerintah. Kepada kadernya, ya harus juga mendukung pemerintah. Kalau dia di luar pemerintah kan enggak seperti itu, beroposisi dengan pemerintah dan tokoh-tokohnya mengkritisi,” ujarnya.

“Yang perlu diingat itu rakyat telah memberikan dua mandat, pertama untuk presiden sebagai pemimpin.Kedua kepada DPR yang fungsinya sebagai pengawas pemerintah, jadi enggak boleh antikritik,” tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya