Berita

Ilustrasi guru honorer/Net

Politik

Dana Pendidikan Disunat, DPR: Sama Saja Menyengsarakan Guru Honorer!

SENIN, 20 APRIL 2020 | 15:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keputusan pemerintah untuk memotong anggaran pendidikan untuk penanganan wabah virus corona baru (Covid-19) disesalkan wakil rakyat di Senayan.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PPP, Illiza Sa'aduddin Djamal menegaskan, anggaran pendidikan seharusnya tak diutak-atik apapun alasannya.

“Kami menyayangkan anggaran BOS (bantuan operasional sekolah) ini dipotong, walaupun dengan alasan adanya pademik Covid-19, karena seharusnya pemerintah memotong anggaran lain, bukan BOS,” ujar Illiza lewat keterangan persnya kepada wartawan, Senin (20/4).


Menurutnya, pemotongan anggaran tersebut akan merugikan guru honorer, di mana gaji mereka bergantung pada dana bantuan pemerintah tersebut.

“Apalagi gaji guru honorer masih berkisar Rp 400 ribu-Rp 1 juta. Hal ini akan berpengaruh kepada kesejahteraan guru, apalagi di pademik Covid-19 ini mereka membutuhkan dana yang cukup untuk menghadapi segala kemungkinan,” paparnya.

Politisi PPP asal Aceh ini menambahkan, seharusnya pemerintah memotong anggaran bidang infrastruktur, perjalanan dinas, kegiatan bimbingan teknis yang terkesan formalitas, bukan memangkas anggaran dengan total Rp 4,98 triliun pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Atau bisa saja pemerintah menanggukan anggaran pelatihan online yang mencapai Rp 5,6 triliun. Jangan pemerintah memotong anggaran BOS yang akan mempengaruhi kualitas pendidikan dan pengajaran di sekolah,” katanya.

“Jika mereka membiatkan dana BOS dipotong maka ini sama saja dengan lepas tanggung jawab atas kesejahteraan guru yang saat ini sebenarnya masih minim, khususnya guru honorer” tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya