Berita

Mahasiswa UI yang tetap menjalankan perkuliahan meski menjadi relawan Covid-19/Istimewa

Kesehatan

Cerita Dua Mahasiswa UI Yang Tetap Kuliah Saat Menjadi Relawan Covid-19 Di Rumah Sakit

MINGGU, 19 APRIL 2020 | 16:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia (FIK UI) yang menjadi relawan tenaga medis Covid-19 di Rumah Sakit UI (RSUI) meminta masyarakat tetap berada di rumah untuk mempercepat penghentian penyebaran pandemik Covid-19.

Kepala Humas dan KIP UI, Amelita Lusia menyampaikan, terdapat dua dari 105 mahasiswa FIK UI yang menyampaikan pengalamannya menjadi relawan tenaga medis Covid-19 di saat perkuliahan tetap berjalan.

Kedua relawan tenaga medis Covid-19 di RSUI ialah mahasiswa Magister Keperawatan FIK UI, Sri Agustin Tabara dan mahasiswa Program Profesi Ners FIK UI, Sofina Izzah.


Dalam memaparkan pengalamannya, Sri menyampaikan bahwa ia tergerak untuk menjadi relawan tenaga medis di situasi Covid-19 yang kian hari semakin bertambah korbannya.

Ia bersama mahasiswa lainnya mendaftarkan diri di saat RSUI membuka panggilan menjadi volunteer. Segala tahapan mulai dari seleksi administrasi hingga cek kesehatan sudah ia lalui.

"Bagi saya, menjadi relawan di situasi pandemik ini merupakan sebuah panggilan negara yang wajib dilakukan, khususnya bagi saya yang adalah seorang perawat. Saya sangat terbebani ketika melihat meningkatnya kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan karena pasien terus bertambah dari hari ke hari," ucap Sri Agustin Tabara seperti di kutip dari siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/4).

Selama menjadi relawan tenaga medis Covid-19 sejak 6 April kemarin, Sri tetap mengatur jadwal antara relawan dan mahasiswa yang tengah menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Sejauh ini saya belum mengalami kendala berarti, saat harus berkuliah sambil menjadi relawan. FIK UI membebastugaskan mahasiswa berpartisipasi dalam kuliah online saat menjadi relawan, namun untuk tugas-tugas tetap dapat saya kerjakan di saat free," katanya.

Sejak 6 April itu, Sri bekerja selama 5-6 hari dalam seminggu dengan satu shift kerja dalam sehari. Sri ditempatkan di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Covid-19 RSUI.

Selama menjadi relawan, Sri mengungkapkan bahwa ia merasa bangga ketika memperoleh dukungan dari keluarga pasien maupun masyarakat. Hal tersebut menjadi sumber kekuatannya dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

Sri pun berpesan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika keluar rumah serta tidak memandang remeh virus Covid-19.

"Menjalankan social distancing, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, dan usahakan tetap di rumah saja. Saya berharap agar stigma negatif terhadap pasien Covid-19, tenaga kesehatan serta tenaga medis dapat berhenti pula," tandas Sri.

Sofina, salah satu mahasiswi yang turut menjadi relawan pun juga merasa tak jauh berbeda dengan pengalaman yang disampaikan Sri. Sofina mengaku sudah bertugas menjadi relawan perawat di RSUI sejak 1 April kemarin.

Menjadi perawat atau relawan tenaga medis di saat Pandemik Covid-19 ini menurut Sofina merupakan tindakan kepahlawanan bagi bangsa.

"Tidak ada kekhawatiran dalam menangani pasien Covid-19, mengingat kami telah diperlengkapi Alat Pelindung Diri (APD)," ucap Sofina yang juga bertugas di ruang ICU di RSUI.

Sofina mengaku tak kesulitan membagi waktu sebagai mahasiswa dan juga relawan. Saat ini, ia tinggal menjalani dua mata kuliah ditambah dengan tugas akhir dalam perkualiahannya.

"Kampus juga memberikan kemudahan bagi kami mahasiswa profesi yang menjadi relawan dengan menghitung kegiatan relawan sebagai satuan kredit semester (SKS) dan akan disetarakan SKS-nya. Kalaupun ada tugas, tidak memberatkan, sebab para dosen sangat menghargai kami yang sudah mau menjadi relawan," kata Sofina.

Sofina juga berpesan kepada masyarakat untuk bahu-membahu menanggulangi pandemik Covid-19 dengan cara tetap di rumah jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak.

"Serta berikan aura positif bagi tenaga kesehatan maupun relawan non tenaga kesehatan. Semoga tidak ada lagi stigma negatif yang tercipta bagi pejuang medis," pungkasnya.

Di sisi lain, Rektor UI, Prof Ari Kuncoro memberikan apresiasi atas aksi nyata yang dilakukan para mahasiswanya di tengah pandemik Covid-19.

"Para mahasiswa UI telah mengamalkan bidang keilmuan yang selama ini ditempuh semasa perkuliahan dan ini merupakan sebuah tindakan terpuji," kata Prof Ari Kuncoro.

Namun demikian, Prof Ari pun tetap mengimbau agar para mahasiswanya untuk tetap menjaga kesehatan, selalu memberi kabar kepada keluarga serta senantiasa bersemangat.

"Diharapkan gerakan ini mampu memotivasi mahasiswa lainnya sebangsa dan setanah air untuk bersama-sama bergotong-royong memberikan kontribusi secara sukarela bagi masyarakat demi memerangi pandemik ini," tandasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya