Berita

Prof Hasbullah Thabrany/Repro

Kesehatan

Prof Hasbullah Thabrany: Di Negara Berkembang, Masyarakat Harus Dipaksa Untuk Jaga Jarak

SABTU, 18 APRIL 2020 | 13:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masyarakat mesti disadarkan akan pentingnya menjaga jarak dan menggunakan masker di tengah wabah virus corona baru atau Covid-19 di Tanah Air.

Salah satu upaya untuk menyadarkan masyarakat antara lain dengan memberikan sanksi tegas guna menekan penyebaran Covid-19.

Begitu kata Ahli Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Indonesia, Prof Hasbullah Thabrany dalam acara diskusi Smart FM dan Populi Center bertajuk "Ikhtiar Melawan Corona" melalui telekonferensi, Sabtu (18/4).


"Masyarakat di negara berkembang yang berpendidikan rendah umumnya memang berpandangan pendek, enggak jauh mikir ke depan. Nah masyarakat yang model ini tidak bisa diajak omong saja. Mereka harus dengan tindakan tegas, mereka harus dipaksa, kalau nggak ada paksaan nggak bisa," ujar Hasbullah.

Dia mengurai, pemaksaan dan tindakan tegas yang dimaksud adalah keterlibatan pemerintah daerah dengan otoritas yang dimilikinya, membuat aturan ketat kepada masyarakat agar mengindahkan jaga jarak. Mengingat, pandemik Covid-19 ini penularannya sangat cepat sekali dan sulit diprediksi.   

"Nah pemaksaan itu hanya bisa dilakukan oleh aparat pemerintah daerah yang memang diberi otorisasi untuk menyelenggarakan PSBB," ucap pakar Kesehatan Masyarakat ini.

Kendati demikian, Hasbullah menyadari bahwa aparat Pemda itu sendiri memiliki keterbatasan untuk mengoptimalkan PSBB di daerahnya masing-masing. Karena itu, pada akhirnya tetap dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mengantisipasi wabah virus asal Kota Wuhan Tiongkok itu.

"Nah, bagaimana kita civil society masyarakat yang lebih aware bisa berperan. Paling tidak kita bisa ikut berperan mengurangi penularan misalnya, kita kalau bosen di rumah, bisa menjahit ya bikinlah masker, bagi-bagi ke tetangga ya. Menggerakkan masyarakat di sekitarnya," demikian Hasbullah.

Selain Hasbullah, turut hadir melalui telekonferensi yang menjadi narasumber pada diskusi tersebut. Antara lain; Sekjen PMI Sudirman Said, Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia, Mantan Pejabat Senior Kemenkes & BKKBN Abidinsyah Siregar dan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya