Berita

Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana, minta warga tak kucilkan pasien corona/RMOLJabar

Kesehatan

Terjangkit Corona Bukan Aib, Wakil Walikota Bandung: Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 14:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebagai penyintas Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana, sangat paham bagaimana perjuangan melawan penyakit yang menyerang organ pernapasan itu. Ia sempat mengalami hari-hari berat harus menjalani pengobatan sendirian di rumah sakit.

Maka, ia sangat menyayangkan ketika ada orang-orang yang secara sosial menjauhi orang yang menderita Covid-19. Bahkan ada pula warga yang menolak jenazah yang meninggal karena Covid-19.

“Perjuangan ini cukup berat. Justru, mereka yang terkena Covid-19 harus mendapat banyak dukungan dari orang-orang sekitar,” ujarnya di Balaikota Bandung, Kamis (16/4), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.


Ia terbilang cukup beruntung karena banyak mendapat suntikan motivasi, doa, dan energi positif dari keluarga terdekat dan teman sejawat. Hal tersebut menguatkannya untuk mampu melewati berbagai tahap penyembuhan.

Karena itu, Yana meminta warga sekitar dan keluarga penderita untuk bisa membantu meringankan beban pasien positif. Tidak hanya dengan memberi dukungan moril tetapi juga bisa membantu memenuhi kebutuhannya agar pasien bisa mengisolasi diri secara optimal.

“Kalau positif tanpa gejala yang berat, mereka harus mengisolasi diri di rumah. Sebaiknya kita dukung kebutuhan mereka sehari-hari selama minimal 14 hari. Dia kan nggak bisa ke pasar atau ke warung karena di luar akan bertemu dengan orang lain dan berpotensi menularkan. Maka tetangganya harus membantu,” bebernya.

Ia juga meminta tidak ada lagi orang-orang yang memandang negatif penderita Covid-19. Sebagaimana istilah lama, jauhi penyakitnya, bukan orangnya. Penyakit ini bukan aib dan bisa menyerang siapa saja.

“Jangan ada stigma dan seolah-olah yang kena ini menjadi aib. Justru harus kita dorong, kalau nggak ada gejala harus diam di rumah, karena kalau diam di rumah, imun baik. Semoga selama masa 14 hari inkubasi virusnya dia akan sembuh,” jelasnya.

Yana tak ragu mengumumkan hasil tesnya yang dinyatakan positif Covid-19. Ia mengunggah video di media sosial agar orang-orang bisa mengantisipasi dan waspada. Menurutnya, hal itu lebih baik ketimbang menyembunyikan diri dan membuat orang lain menjadi lengah.

“Waktu saya positif, saya juga tetap harus memberi tahu ke masyarakat. Karena saya berinteraksi dengan banyak orang. Itu agar mereka mewaspadai, supaya mereka juga antisipasi. Alhamdulillah ternyata tidak ada yang positif di lingkaran saya,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat agar tidak menyepelekan virus ini. Hidup sehat dengan gizi seimbang, sering mencuci tangan, memakai masker ketika terpaksa keluar rumah, dan menjaga jarak dengan orang lain adalah kunci pertahanan terbaik melawan virus ini.

“Tolong patuhi aturan pemerintah. Jangan sampai penyebaran virus ini terus berlangsung. Kita setop pandemi ini dengan langkah-langkah yang tepat berdasarkan ilmu pengetahuan,” pintanya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya