Berita

Luhut Binsar Pandjaitan (tengah)/Net

Publika

LBP, Menteri Yang Loyal Pada Presiden Jokowi

RABU, 15 APRIL 2020 | 15:08 WIB

KITA semua tahu bahwa LBP, adalah seorang prajurit yang sangat patuh pada pemimpin.

Hal ini sudah terbukti semenjak beliau menyelesaikan Akademi Militer tahun 1970, selalu ditugaskan untuk operasi militer dan semua operasinya berhasil dijalankan dengan baik, dan karier militer LBP banyak dihabiskan di Koppasus dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.

Sebelum menjadi Taruna Akmil, LBP sudah menjadi aktivis pelajar di Kota Bandung, saat itu LBP sekolah di SMA Penabur Bandung dan menjadi salah pendiri KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) yang menghimpun pelajar dan mahasiswa menentang Orde Lama dan PKI.


Di era Orde Baru kita mengenal LBP seorang prajurit, yang bertugas di medan operasi militer dan pendidikan militer baik di dalam negeri mau di luar negeri.

Begitu pensiun dari militer, LBP dilantik menjadi Duta Besar Singapura oleh Presiden BJ Habibie. Tugas LBP saat untuk merangkul orang-orang Tionghoa yang mengungsi di Singapura mau kembali ke Indonesia.

Di Era kepemimpinan Presiden Gus Dur, LBP dilantikan menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian pada tanggal 24 Agustus 2000. Selesai menjabat menteri, LBP lebih fokus mengurus bisnis dan menjadi pengusaha hingga sukses mengembangkan usahanya.

Jejak LBP tidak terdengar dan terlibat di dunia politik hingga berakhirnya pemerintahan SBY.

Barulah setelah Jokowi tampil menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, LBP banyak membantu untuk memenangkan Jokowi dengan menggunakan jaringan dan akhirnya Ir. Joko Widodo terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Atas desakan para relawan pada saat pemilihan gubernur mendesak Jokowi untuk maju menjadi calon presiden periode 2014-2019. Di sini peran LBP sangat besar untuk menjadikan Jokowi sebagai Presiden RI sangat besar.

Bravo 5 adalah tim pemenangan Jokowi untuk menjadi Presiden RI dengan jaringan para pensiunan TNI lintas generasi, akademisi, aktivis dan lain-lain.

Setelah Jokowi terpilih menjadi Presiden RI, beberapa bulan setelah dilantik menjadi Presiden, Jokowi mempercayai LBP menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Dari sinilah karir LBP menjadi bersinar hingga saat ini menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia.

Kepercayaan yang begitu besar Jokowi kepada LBP bukanlah tanpa kebetulan dan mungkin Jokowi sangat paham dengan latar belakang LBP seorang prajurit yang sangat patuh dan loyal terhadap pimpinan.

Apapun kebijakan yang diambil LBP sudah pasti dan sudah didiskusi dengan Presiden Jokowi, jadi tidaklah mungkin seorang LBP mengambil keputusan tanpa sepengetahuan Presiden Jokowi.

Bahkan Presiden Jokowi parnah berkomentar menjawab pertanyaan wartawan, bahwa LBP adalah menteri yang paling efektif, bekerja sangat cepat, eksekusi paling lancar dalam mengambil keputusan.

Kalau kita melihat, gaya kepemimpinan LBP, beliau selalu menerapkan prinsip check, re-check and check again sehingga semua program berjalan dengan baik.

Bahkan menurut Presiden Jokowi, LBP selalu menge-set tujuan besar dari suatu program/aktivitas dan kemudian berusaha mencapainya dengan prinsip bertahap, bertingkat dan berkelanjutan. Artinya, sebuah program harus jelas timeline dan hasilnya untuk setiap tahapan.

Saat Indonesia sedang berjuang melawan Covid-19, begitu banyak tekanan dan kritikan untuk membatalkan kebijakan pembangunan ibukota baru, tapi pemerintahan tetap untuk mempertahankan karena sudah terikat dengan pihak investor dari luar negeri karena tidak mungkin membatalkannya.

Itulah gambarannya, bahwa apapun keputusan oleh LBP pasti sepengetahuan Presiden Jokowi.

Persoalan bangsa dan negara Indonesia saat ini karena lemahnya gaya kepemimpinan Presiden Jokowi dan hanya dimanfaatkan oleh sekelompok elite untuk mengeruk kepentingan ekonomi tanpa memikirkan kehidupan rakyat yang berdampak Covid-19.

Setya Dharma Pelawi
Aggtota Jaringan Aktivis ProDEM.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya