Berita

Foto:Net

Publika

Menguasai Tapi Tak Bisa Menjalankan

SENIN, 13 APRIL 2020 | 10:31 WIB

DI media muncul kiriman foto unik sebuah mobil putih bagus dengan pintu terbuka dipenuhi oleh monyet-monyet. Di dalam maupun di luar, depan belakang, juga di atas atap mobil tersebut. Tulisan yang menyertainya adalah sebagaimana judul tulisan ini "Menguasai tapi tidak bisa menjalankan".

Serombongan monyet bergembira bermain mengobrak abrik mobil. Rasanya untuk mengusirnya tak akan mampu karena "solid"nya gerombolan monyet tersebut. Hanya karena mereka memang hewan maka mobil tersebut tak bisa dikendarai untuk bergerak. Monyet tak bisa menjalankan mobil. Diam dan hanya jadi bahan mainan.

Negara yang dikuasai oleh pejabat yang tidak kompeten seperti mobil yang dikuasai monyet. Yang penting adalah kebahagiaan sendiri dan senantiasa memperbesar kekuasaan dan kepentingannya sendiri (self aggrandizing). Tujuan pengelolaan negara pendek saja yaitu keamanan, ketentraman, dan ketertiban. Harta dan rakyat adalah bagian dari kekuasaan.


Jika berprinsip seperti itu maka tidak berbeda dengan "Il Principe" nya Machiavelli yang menurutnya penguasa itu harus berorientasi pada kekuasaan dan hanya mematuhi aturan yang akan membawa kesuksesan bagi politiknya. Kepentingan negara adalah kekuasaan tertinggi bagi pelaksanaan pemerintahan.
"Raja harus bisa licik seperti kancil dan menakut-nakuti seperti singa". 

Berbeda dengan pandangan filosof kenegaraan "bermoral" seperti Socrates yang menyatakan tujuan bernegara adalah keadilan atau Plato yang menegaskan tujuan itu adalah menegakkan kesusilaan baik individu maupun sosial. Aristoteles mengharapkan kesuksesan politik pada kebahagiaan warga negara yang sebesar besarnya. Menurutnya bentuk kekuasaan ideal adalah "politea" dimana rakyat berdaulat dan hukum menjadi dasarnya.

Menarik ucapan Aristoteles "karena dalam demokrasi yang berdasarkan hukum, warga negara mendapat tempat istimewa dan disana tidak ada demagog. Tetapi dimana hukum tidak berkuasa maka disana demagog muncul".

Demagog adalah pemimpin penghasut massa yang dalam kondisi tak menentu massa atau rakyat diarahkan berpihak padanya. Demagog memanfaatkan ketidaktahuan rakyat.

Dalam dunia pewayangan demagog adalah profil Togog (Bahatara Antogo) anak dewa yang gagal mengayomi bumi. Ditakdirkan menjadi pengayom penguasa politik yang buruk. Berbeda dengan Semar (Bhatara Ismoyo) pengayom ksatria yang baik. Togog bermata juling, berhidung pesek, mulut lebar, tak bergigi. Tugasnya mendampingi dan bersama sama dengan "majikan" yang congkak, mau menang sendiri, licik, dan hipokrit. Tak ada kebijaksanaan dalam komunnitas bersamanya.

Dalam agama profil demagog bisa dikaitkan dengan Fir'aun dan rezimnya. Ada Haman menteri segala urusan dan ada juga Qorun pengusaha rakus. Kekuasaanya sewenang wenang dan menindas rakyat. Sama sekali tidak ada orientasi kesejahteraan apalagi kebahagiaan bagi rakyat. Fir'aun "thoghou" di negerinya (Al fajr 11). Obsesinya hanya pada pembangunan infrastruktur "dzil autad" (Al Fajr 10).

Pemerintah di manapun semestinya adalah pengendali negara untuk kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat. Memerintah dengan adil dan rela mengorbankan kepentingan diri atau kelompok. Jika hanya berputar putar pada obsesi, orientasi, atau mengemban misi sendiri, maka mereka tak ubahnya bagai monyet monyet yang hanya bisa mengusai akan tetapi tak mampu menjalankannya.

Monyet-monyet yang percuma saja untuk terus dipelihara. Membuang pikiran, tenaga dan dana.

M. Rizal Fadillah

Pemerhati politik.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Prabowo Tetap Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Meski Sedang Flu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:26

KPK Panggil Pengelola Wisma Atlet Buntut Kasus Korupsi Bea Cukai

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:23

Sudaryono Diyakini Mampu Benahi Tata Kelola Program MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:20

Jangan Cepat Puas, Pengangguran Turun tapi Kualitas Pekerjaan Masih jadi PR

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:14

KPK Panggil Petinggi PAN Rejang Lebong di Pengembangan Kasus Bengkulu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:04

Belum Ada Rencana Reshuffle, Istana Utamakan Isi Jabatan yang Kosong

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:54

BPK: Opini WTP Bukan Tujuan Akhir, Tata Kelola Harus Terus Diperkuat

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:42

Spoiler One Piece Chapter 1190: Duel Gaban vs Imu Memanas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:22

Istana Benarkan Destry Damayanti Masuk Bursa Gubernur BI

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:17

Daftar Harga Pertamax Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya