Berita

Wadirut PT PLN Darmawan Prasodjo/Repro

Nusantara

Pelanggan Listrik 900 VA Berkode R1M Tidak Dapat Diskon 50 Persen Selama Corona, Begini Cari Lihatnya

JUMAT, 03 APRIL 2020 | 14:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keringanan pembayaran listrik yang diberikan pemerintah selama wabah virus corona mempunyai syarat dan ketentuan, khususnya untuk pelanggan golongan 900 Volt Ampare (VA).

Wakil Dirut PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, subsidi keringanan pembayaran listrik untuk pelanggan listrik 900 VA, baik pasca bayar atau pra bayar (token), akan diberikan diskon separuh harga. Tapi ada syaratnya.

"Itu masih akan didiskon sebesar 50 persen. Dan sekali lagi saya tekan kan, bahwa 900 VA ini untuk yang R1 (pelanggan) khusus yang bersubsidi," terang Darmawan Prasodjo di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (3/4).


Sementara, lanjut Darmawan Prasodjo, untuk pelanggan 900 VA yang berkode R1M, alias mampu tidak akan mendapatkan diskon pembayaran listrik ini.

"Yang R1M berarti non subsidi atau mampu, memang saat ini tidak eligible untuk mendapatkan diskonnya 50 persen," ucapnya.

Adapun untuk cara mengetahui jenis pelanggan yang mendapat subsidi atau yang R1M adalah dengan melihat struk pembayaran.

"Kalau ada pelanggan yang melihat struknya, kalau pas beli token, ini kodenya ada R1M. Juga ada pelanggan yang pasca bayar kalau dilihat struknya R1M," papar Darmawan Prasodjo.

"M ini artinya mampu. Itu berarti walaupun itu 900 va tetapi mohon maaf (belum mendapat diskon)," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya