Berita

Gelombang pertama pertukaran tahanan Ukraina-Rusia awal tahun ini/Net

Dunia

Cairkan Hubungan, Ukraina-Rusia Sepakat Kembali Bertukar Tahanan Bulan Ini

MINGGU, 01 MARET 2020 | 23:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ukraina di bawah pemerintah Presiden Volodymyr Zelenskiy berupaya mencairkan hubungan yang kaku dengan Rusia.

Pada Minggu (1/3), Zelenskiy mengumumkan bahwa pihaknya telah mengadakan pembicaraan dengan Rusia untuk melakukan pertukaran semua tahanan yang tersisa dari konflik di Ukraina timur.

Sebenarnya, Zelenskiy dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah sepakat untuk mengirim pulang para tahanan dari kedua belah pihak pada Desember 2019 lalu. Jumlah pasti tahanan tersebut juga telah diserahkan oleh masing-masing pihak.
Meski sejak saat itu pertukaran tahanan telah dilakukan,  namun masih banyak yang masih ditahan dan belum dipulangkan.

Meski sejak saat itu pertukaran tahanan telah dilakukan,  namun masih banyak yang masih ditahan dan belum dipulangkan.

Hal itu dikarenakan adanya bayang-bayang upaya untuk menggelar kesepakatan damai yang akan berujung pada menyelesaikan status wilayah Ukraina Timur yang disengketakan.

Namun Zelenskiy akhir pekan ini memastikan bahwa Kepala Kantor Presiden Ukraina, Andriy Yermak telah bertemu dengan pejabat senior Kremlin Dmitry Kozak di Minsk untuk membahas pertukaran penuh para tahanan tersebut.
"Para pihak membahas masalah pelepasan bersama para tahanan," jelasnya, seperti dimuat Reuters.

Dia menambahkan bahwa rencana yang dibuat adalah mengadakan pertukaran berikutnya pada bulan Maret ini. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal pertukaran tersebut.

Untuk diketahui bahwa konflik di Ukraina Timur meletus pada tahun 2014 lalu. Konflik tersebut menyebabkan lebih dari 13 ribu orang di wilayah itu meninggal dunia. Hal itu menyebabkan sebagian besar wilayah itu secara de facto dikendalikan oleh separatis.

Namun di bawah pemerintahan Zelenskiy, Ukraina mencoba mengendurkan urat yang tegang, salah satunya adalah dengan melakukan petukaran tahanan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

ISIS Mengaku Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan

Minggu, 08 Februari 2026 | 16:06

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Kelola Sampah di Bali

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:36

Miliki Lahan di Makkah, Prabowo Optimistis Turunkan Biaya Haji

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:16

Dukungan Parpol ke Prabowo Dua Periode Munculkan Teka-teki Cawapres

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:52

KPK Telusuri Kongkalikong Sidang Perdata Perusahaan Milik Kemenkeu Vs Masyarakat di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:42

RI Harus Tarik Diri Jika BoP Tak Jamin Keadilan Palestina

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:32

Kehadiran Prabowo di Harlah NU Bawa Pesan Ulama-Umara Bersatu

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:50

Forum Perdana Board of Peace akan Berlangsung di Washington pada 19 Februari

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:31

Prabowo Tegaskan Pemimpin Wajib Tinggalkan Dendam dan Kebencian

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:17

KPK Gali Dugaan Korupsi Dana Konsinyasi di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 12:28

Selengkapnya