Berita

Ilustrasi

Publika

Catatan Penting Runway 3  Soekarno Hatta International Airport

RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 15:21 WIB | OLEH: CHAPPY HAKIM

BANYAK pertanyaan dan juga pernyataan sehubungan dengan kehadiran Runway 3 di SHIA sejak awal tahun 2020 belakangan ini.   Kesimpangsiuran berita yang beredar adalah antara lain disebabkan adanya beda pemahaman yang muncul yaitu tentang manfaat dari kehadiran Runway 3 SHIA yang baru itu.

Runway 3 SHIA yang baru selesai dibangun ternyata hanya berjarak 500 meter dari Runway yang sudah ada sebelumnya di SHIA, hal ini berarti bahwa Runway 3 SHIA yang baru tersebut tidak bisa digunakan sebagai “active runway” kecuali Runway yang lama disebelahnya tidak sedang digunakan.

Jarak yang terlalu dekat (500 meter) telah menempatkan Runway 3 SHIA pada posisi yang merujuk kepada regulasi keselamatan penerbangan sipil internasional tidak dapat digunakan bersamaan dengan Runway lama yang sudah ada di sampingnya.


Jarak minimum yang dibutuhkan untuk penggunaan Parralel Runway yang “independent” adalah 760 meter dan jarak ideal adalah 1050 meter.

Hal ini ditegaskan pula dalam laporan hasil awal dari misi bantuan teknis ICAO (International Civil Aviation Organization) Asia Pacific Regional Office yang telah melakukan observasi  pada tanggal 9 sampai dengan 12 Desember 2019.

Di samping itu ternyata pula, Runway 3 SHIA tidak dilengkapi dengan jalur Taxiway tersendiri bagi pelintasan pesawat terbang dari dan ke Apron Terminal.

Artinya pesawat terbang yang akan berangkat dan baru landing di Runway 3 SHIA harus memotong Runway lama yang berada di sebelahnya untuk menuju dan atau datang dari dan ke Apron Terminal.

Dua hal inilah yang menyebabkan kehadiran Runway 3 SHIA dinilai kurang optimal dalam upaya meningkatkan volume Take off dan Landing di SHIA.

Sekali lagi, dua hal tersebut adalah: mengacu kepada regulasi internasional keselamatan penerbangan sipil,  ternyata  keberadaan Runway 3 SHIA jaraknya terlalu dekat dengan Runway lama disebelahnya.

Selain itu Runway 3 SHIA tersebut tidak dilengkapi dengan jalur Taxiway tersendiri bagi alur pesawat menuju dan datang ke Apron Terminal.

Dinilai sebagai kurang atau tidak optimal untuk meningkatkan volume take off landing di SHIA, dalam arti sebagai berikut: selama ini dengan 2 buah Runway dan fasilitas yang tersedia di Aerodrome,  SHIA dapat melayani dengan aman sejumlah 86 Take off Landing dalam satu jam misalnya.

Maka harapannya, bila ditambah dengan 1 Runway baru yang parallel dan independent maka tentu saja hitungan jumlah Take off Landing setiap jamnya akan dapat bertambah cukup banyak yaitu hingga mencapai lebih kurang 130.

Dengan dua masalah yang dihadapi oleh kehadiran Runway 3 SHIA, maka pertambahan Traffic Take off Landing tidak akan mampu untuk mencapai angka 130 per jamnya.   Kalkulasi ini semata berdasar pertimbangan Aviation Safety atau Keselamatan Penerbangan seperti yang tertuang dalam regulasi penerbangan internasional.

Hal itu antara lain telah dikemukakan dan tercantum dalam isi laporan hasil awal misi bantuan teknis ICAO regional office Asia Pacific beberapa waktu yang lalu.

Inilah sebenarnya apa yang tengah dihadapi SHIA dengan Runway 3 yang baru.   Jadi  yang merupakan catatan penting disini adalah Runway 3 SHIA dibangun terlalu dekat dengan Runway yang lama dan Runway 3 SHIA tidak dilengkapi dengan jalur Taxiway tersendiri bagi alur pesawat terbang yang akan berangkat dan datang.

Tidak hendak mencari-cari kesalahan, tidak pula ingin mengatakan mubazir atau tidak mubazir, akan tetapi sekedar membuat catatan penting saja dari realita yang ada dalam dunia penerbangan kita, agar kejadian serupa tidak akan terulang kembali di masa depan.

Membangun Runway atau fasilitas apapun di sebuah Aerodrome (termasuk membangun Airport) adalah membangun “sub-system”  dari sebuah sistem besar yang ada disekelilingnya.   Pertimbangan matang dan kalkulasi menyeluruh dari dampak yang akan terjadi harus menjadi perhitungan matang (termasuk antisipasi dalam simulasi) sejak awal perencanaan.

Apabila tidak dilakukan maka dapat dipastikan, setelah selesai pembangunannya,  akan segera berhadapan dengan masalah-masalah yang menghadang diluar dari perkiraan semula.

Disnilah letak dari betapa pentingnya sebuah perencanaan yang matang.

Betapa pentingnya sebuah keterbukaan dalam pengelolaan seluruh aspek operasi penerbangan yang sangat melekat dengan laju kemajuan teknologi terutama dalam hal membuat perencanaan.

“Planning is everything” kata Sang Jenderal Dwight Eissenhower.

Atau lebih parah lagi seperti yang dikatakan oleh Benjamin Franklin bahwa “If you Fail to Plan, you are Planning to Fail”.

Semoga ke depan dunia penerbangan kita akan bertambah baik. Amin.

Penulis adalah mantan KSAU dan pendiri Pusat Studi Air Power Indonesia

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya