Berita

Puan Maharani/RMOL

Politik

Siap Duet Dengan Prabowo? Puan Maharani: Masih 2020, Nanti Kita Lihat Lagi 2024

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 15:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Lembaga survei Indo Barometer melakukan simulasi yang memasangkan Prabowo Subianto dengan Puan Maharani pada Pilpres 2024. Hasilnya, Prabowo-Puan memperoleh 39,3 persen suara dukungan.

Simulasi Poros Teuku Umar vs Gondangdia (tanpa Jokowi) ini , Prabowo-Puan lebih unggul dari Prabowo Subianto-Budi Gunawan (36.1 persen), dan  Prabowo Subianto-M. Prananda Prabowo (35.4 persen).

Saat ditanya soal itu, Puan yang saat ini menjabat Ketua DPR RI mengaku belum kepikiran untuk maju dalam bursa Pilpres mendatang.


"Belum ada yang ngomong kayak begitu belum kepikiran juga. Belum mikir 2024 masih 2020. Ini banyak urusan yang harus dibenahi yang harus diurus, banyak urusan yang harus diselesaikan. Semua hal tersebut bisa bermanfaat buat rakyat, jadi urusan 2020 dulu," ujar Puan di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (24/2).

Ketua Umum PDIP yang juga ibu Puan, Megawati Soekarnoputri sempat mengatakan, 2024 mendatang akan didominasi anak-anak muda dalam kontestasi Pilpres. Namun, Puan sendiri dalam survei tersebut disandingkan dengan Prabowo.

Prabowo yang sudah maju dua kali sebagai capres, masih memiliki elektabilitas tinggi. Puan mengaku hal itu wajar karena alasan Prabowo lebih dikenal rakyat.

"Ya kan apapun Pak Prabowo itu sudah berkali-kali ikut dalam kontestasi, jadi kalau rakyat mengenal ya pastinya iya, karena ikut terus dalam kontestasi nasional," katanya.

Disinggung mengenai kesiapan Puan bersanding dengan Prabowo nantinya, Puan belum dapat menyampaikan secara tegas.

"Ya kan apapun Pak prabowo itu sudah berkali-kali ikut kontestasi, jadi kalau rakyat mengenal ya pastinya iya, org ikut terus dalam konstelasi dan kontestasi nasional, tapi kan ini masih 2020, nanti kita lihat lagi 2024," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya