Berita

Ujang Komarudin/Net

Politik

Pengamat: Wajar Banyak Yang Mau Jegal, Anies Kan Paling Potensial Di 2024

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 09:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan merupakan figur yang paling potensial di Pilpres 2024 mendatang. Setidaknya hal itu terekam dari hasil survei Indobarometer yang menempatkan mantan Mendikbud tersebut sebagai calon terkuat pilpres untuk kategori kepala daerah.

Atas alasan itu, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai wajar jika kemudian banyak pihak yang mau menjegal Anies Baswedan.

"Karena Anies potensial di 2024, itulah harus dijegal dulu," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/2).


Dia pun menganggap wajar jika Sekjen PSI Raja Juliantoni turut berupaya dalam penjegalan tersebut dan mengajak masyarakat ikut serta.

“Biasa itu,” sambungnya.

Hanya saja, dia menekankan agar yang jadi bahwan penjegalan bukan personal. Melainkan kebijakan yang diambil Anies sebagai kepala daerah.

Dalam hal ini, dia mengomentari ajakan Raja Juliantoni yang menyebut calon yang fokus pada populisme agama. Calon yang dimaksud menjurus pada Anies Baswedan, yang sejak Pilkada DKI 2017 terus dikritik PSI. Di mana PSI merupakan bagian dari kelompok pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Jadi harusnya PSI kritik kebijakan Anies. Kalau kritik ke personal itu bisa masuk kategori sentimen dan tidak suka pada Anies," demikian Ujang Komarudin. 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya