Berita

Zulkfili Hasan/RMOL

Politik

Zulhas Harus Jadi Tokoh Sentral Baru Membesarkan PAN

JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 05:35 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Paska kembali terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Amanat nasional, Zulkfili Hasan dipandang harus menjadi tokoh sentral dalam menjalankan roda organisasi partai.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (14/2).

Menurut Ali, proses konsolidasi PAN akan berjalan efektif apabila dipimpin langsung oleh Zulhas. Salah satu dampaknya ambang batas parlemen di pemilu 2024 juga akan dilampaui dengan mudah.


"Tanpa konsolidasi tidak dipimpin Zulhas PAN akan sulit lolos PT (parlementary Threshold) di pemilu 2024 mendatang," kata Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (14/2).

Selain itu, Ali menyebutkan bahwa PAN dibawah kepemimpinan Zulhas harus bertransformasi menjadi partai modern yang tidak menjadi kekuatan oligarki baru.

Kata Ali, PAN nantinya harus bisa bekerja berbasis sistem dan manajemen. Dampak jangka panjangnya PAN akan menjadi partai yang tidak bertumpu pada satu figur seperti sebelumnya yakni Amien Rais.

Diketahui Amien Rais selama ini kerap menentukan arah angin politik partai berlambang matahari putih itu.

"PAN harus bertransformasi jadi partai modern. Cirinya adalah tidak tergantung pada figur tunggal. Jadi ada pelembagaan (institusionalisasi) partai. Zulhas bisa melakukan modernisasi partai melalui pelembagaan yang apik," demikian kata Ali.  


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya