Berita

Ketua Komite I DPD RI Fahrul Razi/Net

Politik

Aspirasi Diabaikan, DPD RI Tuntut Pemerintah Bentuk RUU Daerah Otonomi Baru

KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 | 22:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dewan Perwakilan Daerah RI kecewa dengan pemerintah, karena aspirasinya yang terkait Peraturan Pemerintah penataan daerah (Detada), dan desain besar penataan daerah (Desertada) tidak digubris oleh Presiden Joko Widodo hingga kini.  

Padahal, DPD RI telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo sejak 6 tahun yang lalu, yang tujuannya adalah agar PP tersebut bisa segera ditandatangani.

Sikap DPD RI ini pun muncul karena adanya tuntutan dari 173 daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, yang menginginkan adanya pemekaran, atau daerah otonomi baru (DOB).


Atas hal tersebut, Ketua Komite I DPD RI Fahrul Razi meminta pemerintah untuk membentuk rancangan undang-undang (RUU) baru terkait DOB.

"Pemerintah terlalu PHP (pemberi harapan palsu) terhadap daerah, berapa yang negara habiskan hanya untuk menunggu PP yang tidak kunjung selesai ini,” ujar Fahrul Razi kepada wartawan, Kamis (13/2).

Selain itu, Fahrul Razi juga menegaskan bahwa DPD RI sudah tidak bisa berharap banyak ke Presiden untuk menandatangani PP Detada dan Desertada.

Oleh karena itu, dia mewacanakan RUU DOB bisa direalisasikan oleh pemerintah dan DPR dalam waktu dekat.

"Sebab ini penghinaan bagi lembaga negara DPD RI, PP Detada dan Desertada yang merupakan perintah UU 23/2014, sudah 6 tahun tidak ditandatangani,” tegas Fachrul Razi.

Fahrul Razi yang juga menjabat sebagai ketua Timja DOB ini, berencana akan membentuk Pansus DOB. Sekaligus menggagas lahirnya RUU DOB sebagai langkah Alternatif.

"Habis energi kita menunggu ditanda tanganinya PP Detada dan Desertada “ demikian Fahrul Razi.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya