Berita

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera/Net

Politik

Disindir Oleh PAN, Mardani Sebut Jadi Oposisi Itu Bebas Bergerak

KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 | 09:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PKS menilai kata-kata 'merugi' yang digunakan PAN jika masuk dalam opisisi, adalah salah. Di mata PKS, berada sebagai oposisi justru sangat beruntung.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan, menjadi oposisi justru memiliki keuntungan dibanding pro pemerintah. Terutama dalam kebebasan ruang gerak.

"Kami justru (menilai) yang pro pemerintah sudah penuh sesak. Partai justru perlu ruang gerak yang luas," katanya kepada wartawan, Rabu (12/2) malam.


Mardani mengakui, setiap partai punya kebijakan masing-masing. PKS telah memilih berada dalam opisisi untuk mengawal demokrasi.

"PKS mengambil posisi di luar pemerintahan sebagai bagian dari cinta dan melayani negeri agar ada mekanisme check and ballances. Demokrasi Indonesia justru perlu. PKS yakin insya Allah pilihan #KamiOposisi sehat dan baik bagi demokrasi Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN 2020-2025 Zulkifli Hasan mengisyaratkan akan bergabung ke pemerintah. Dalam penutupan Kongres PAN, ia sempat menyinggung mengenai oposisi. Dia menilai PAN akan dirugikan apabila ikut menjadi oposisi seperti PKS.

"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu teman kita partai itu akan sangat merugikan kita," kata Zulhas dalam sambutannya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya