Berita

Zulkifli Hasan/RMOL

Politik

Empat Langkah Yang Harus Dilakukan Zulhas Setelah Terpilih Kembali Sebagai Ketum PAN

KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 | 05:26 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Zulkfli Hasan telah membongkar mitos dengan menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional dua periode. Kemenangan itu setelah terpilih dan unggul dari kompetitor utamanya Mulfachri Harahap yang disokong oleh Amien rais.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an berpendapat ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh Zulhas untuk membesarkan PAN.

Kata Ali, Zulhas harus segera melakukan rekonsiliasi dengan merangkul semua pihak yang kecewa karena kalah bersaing dengan Wakil Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) itu.


"Dan tak kalah penting, Zulhas segera melakukan rekonsiliasi. Merangkul kelompok yang kecewa supaya wajah PAN ke depan makin kokoh nan solid," demikian kata Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (13/2).

Selain itu, Ali melihat PAN harus melakukan rebranding. Tujuannya untuk mengejar ambang batas parlemen di pemilihan umum berikutnya yang diprediksi berada diangka 5-7 persen.

"PAN perlu melakukan rebranding, ini penting untuk mengejar PT (parlementary Threshold) mendatang yang ada kemungkinan naik jadi 5 atau 7 persen," tandas Ali.

Ali juga menyebutkan, PAN harus mencari strategi tepat untuk menggaet pemilih milenial. PAN kata Ali, harus bisa keluar dari pemilih sosiologis yang berasal dari kader Muhammadiyah.

"Membuat strategi menarik pemilih muda atau milenial, karena di pemilu 2024 ceruk pemilih ini dominan. Mulai keluar dari zona pemilih sosiologis (kader Muhammadiyah). PAN perlu menarik pemilih rasional dengan membuat program-program yang konkret dan membumi," pungkas Ali.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya