Berita

Zulkifli Hasan punya banyak pekerjaan di periode keduanya memimpin PAN/Net

Politik

Agar Dikukuhkan Sebagai Sentral Baru PAN, Zulhas Harus Rangkul Tokoh Muhammadiyah

RABU, 12 FEBRUARI 2020 | 10:50 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kemenangan Zulkifli Hasan untuk kembali menduduki kursi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tak lantas membuat dirinya tenang. Karena ada banyak pekerjaan yang harus dilakukannya untuk mengukuhkan diri sebagai tokoh sentral baru di partai berlambang matahari itu.

Zulhas, sapaan akrabnya, kembali menjadi Ketua Umum PAN untuk periode 2020-2025. Dalam proses pemilihan di Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2), Zulhas menang telak dari kandidat lainnya, Mulfachri Ahmad dan Dradjad Wibowo.

Pengamat politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas mengatakan, Zulhas belum bisa berbahagia sepenuhnya, meskipun kemenangan telah digenggam.


Pasalnya, mantan Ketua MPR itu masih harus merangkul tokoh-tokoh Muhammadiyah, jika ingin mengukuhkan diri sebagai tokoh sentral baru di internal PAN.

"Pak Din Syamsuddin bisa jadi figur penting untuk Zulhas, jika beliau (Din Syamsudin) bersedia masuk PAN. Ia bisa menjaga basis-basis Islam modernis untuk PAN," kata Sirojudin Abbas saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (12/2).

Beriringan dengan itu, Zulhas juga diminta untuk menjadi sosok pemimpin yang bisa menggantikan posisi pendiri partai, Amien Rais. Sebab, Sirojudin Abbas menilai, kemenangan Zulhas adalah hal yang pertama kali terjadi sepanjang sejarah PAN.

"Bukan meneruskan trah Amien Rais. Tapi mengukuhkan Zulhas menjadi tokoh sentral baru selain Amien Rais," sebut Direktur Eksekutif SMRC ini.

Lebih lanjut, Sirojudin Abbas juga melihat haluan politik Zulhas berbeda dari Amien Rais. Oleh karenanya, ia berkesimpulan bahwa pola kepemimpinan Zulhas periode kedua ini akan dimanfaatkan untuk membangun basis politik baru. Sebagai contoh, membangun basis kepengurusan di daerah.

"Akan terjadi perubahan basis kekuatan di daerah. Karena tokoh-tokoh di daerah kemungkinan besar akan diisi oleh orangnya Zulkifli Hasan, bukan lagi orangnya Amien Rais," tutup Sirojudin Abbas.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya