Berita

Penanganan pasien dengan virus corona oleh staf medis di China/Net

Dunia

Penelitian: Virus Corona Infeksi 40 Staf Medis Di Satu Rumah Sakit

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 | 10:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan seberapa cepat dan ganasnya penularan virus corona. Penelitian itu mengemukakan bahwa sebanyak 40 pekerja perawatan kesehatan terinfeksi dengan virus corona baru oleh pasien di satu rumah sakit Wuhan pada Januari lalu.

Hasil penelitian itu ditulis oleh dokter di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan dan diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) pada hari Jumat (7/2). Dia menggarisbawahi risiko bagi mereka yang berada di garis depan epidemi yang berkembang.

Dalam makalah yang sama disebutkan bahwa satu pasien yang dirawat di departemen bedah diduga telah menginfeksi 10 petugas kesehatan di sana.


Selain itu, 17 pasien yang dirawat di rumah sakit itu karena penyakit lain juga terinfeksi oleh virus corona. Akibatnya, total ada sebanyak 138 pasien terinfeksi virus itu dalam periode 1 Januari hingga 28 Januari lalu, dengan penularan terkait rumah sakit terhitung 41 persen dari semua kasus.

Makalah yang sama menjelaskan, dari total 40 petugas kesehatan yang terinfeksi virus corona di satu rumah sakit itu, 31 di antaranya bekerja di bangsal umum, tujuh di unit gawat darurat, dan dua lainnya di ICU.

Contoh pasien yang diduga telah menginfeksi 10 petugas kesehatan menyoroti tingginya tingkat bahaya di rumah sakit selama fase pertama epidemi, meskipun secara keseluruhan saat ini diperkirakan bahwa setiap pasien menginfeksi rata-rata 2,2 orang lainnya.

"Jika benar, maka ini menegaskan bahwa beberapa pasien cenderung jauh lebih menular daripada yang lain, dan ini menimbulkan kesulitan lebih lanjut dalam mengelola kasus mereka," kata pakar kesehatan global di University of Southampton Michael Head, dalam komentarnya kepada Pusat Media Sains UK, seperti dimuat AFP.

Sementara itu, wakil gubernur provinsi Hubei mengatakan bahwa staf medis di episentrum virus kewalahan dan kekurangan alat pelindung.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

ISIS Mengaku Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan

Minggu, 08 Februari 2026 | 16:06

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Kelola Sampah di Bali

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:36

Miliki Lahan di Makkah, Prabowo Optimistis Turunkan Biaya Haji

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:16

Dukungan Parpol ke Prabowo Dua Periode Munculkan Teka-teki Cawapres

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:52

KPK Telusuri Kongkalikong Sidang Perdata Perusahaan Milik Kemenkeu Vs Masyarakat di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:42

RI Harus Tarik Diri Jika BoP Tak Jamin Keadilan Palestina

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:32

Kehadiran Prabowo di Harlah NU Bawa Pesan Ulama-Umara Bersatu

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:50

Forum Perdana Board of Peace akan Berlangsung di Washington pada 19 Februari

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:31

Prabowo Tegaskan Pemimpin Wajib Tinggalkan Dendam dan Kebencian

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:17

KPK Gali Dugaan Korupsi Dana Konsinyasi di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 12:28

Selengkapnya