Berita

Penanganan pasien dengan virus corona/Net

Dunia

Taiwan Dan China Selisih Paham Soal Penerbangan Evakuasi Warga Di Wuhan

JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 11:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Taiwan dan China terlibat dalam pertikaian baru terkait nasib warga Taiwan yang terdampar di kota Wuhan, China. Kota tersebut merupakan pusat penyebaran virus corona yang saat ini telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang dan merenggut lebih dari 600 nyawa.

China telah mengizinkan banyak negara di dunia, seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Indonesia serta sejumlah negara lainnya untuk mengirim pesawat khusus untuk mengakut warga negara mereka yang terjebak di Wuhan dan kembali ke negara asalnya.

Taiwan juga telah membuat penerbangan khusus untuk mengangkut 247 dari sekitar 500 warga Taiwan yang terjebak di Wuhan.


Dewan Urusan Daratan China yang membuat kebijakan di Taiwan mengatakan, penerbangan kembali yang pertama, pada hari Senin lalu, memiliki satu penumpang yang dikonfirmasi terkena dampak dan tiga lainnya menderita demam. Semua penumpang kini dikarantina di Taiwan.

Namun Taiwan dan China tidak menyetujui penerbangan lebih lanjut untuk mengevakuasi warga Taiwan di Wuhan.

Dewan Urusan Daratan China menilai, kehadiran penumpang yang sakit menciptakan "air mata" dalam pencegahan virus.

"Ini juga menyebabkan risiko infeksi yang tumpang tindih untuk orang-orang di penerbangan yang sama, dan jika ada lebih banyak orang yang terinfeksi yang disebabkan oleh hal ini, maka konsekuensi serius tidak akan dipikirkan," begitu bunyi pernyataan yang dirilis dewan tersebut (Jumat, 7/1), seperti dimuat Reuters.

Taiwan sebelumnya meminta China untuk memprioritaskan para lansia, kelompok muda dan kelompok rentan lainnya dalam evakuasi gelombang pertama. Namun China mengabaikan permintaan itu.

Taiwan dan China juga berselisih tentang penanganan virus corona tersebut, terutama karena pengecualian Taiwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

China mengatakan Taiwan adalah bagian dari China dan telah diberikan informasi yang tepat waktu tentang virus tersebut. Taiwan mengatakan bahwa klaim itu tidak benar.

Taiwan sendiri saat ini tercatat memiliki 16 kasus virus.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya