Berita

Proses pemantauan kesehatan penumpang di bandara/SMH

Dunia

Media Asing Soroti Kemampuan Indonesia Deteksi Infeksi Virus Corona

JUMAT, 31 JANUARI 2020 | 14:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah ahli medis menyuarakan keprihatinan mereka tentang kemampuan Indonesia untuk mendeteksi virus corona. Hal itu dikhawatirkan akan menyebabkan potensi kasus corona tidak terdiagnosis di Indonesia.

Kekhawatiran itu disoroti oleh sejumlah media asing, di antaranya adalah Sydney Morning Herald dan The Age. Dalam laporannya jelang akhir pekan ini, media-media tersebut mengungkapkan bahwa laboratorium medis di Indonesia tidak memiliki perangkat pengujian yang diperlukan untuk dengan cepat mendeteksi virus corona.

Sydney Morning Herald pada Jumat (31/1) melaporkan bahwa specific reagent atau bahan kimia yang digunakan dalam perangkat pengujian untuk membantu menganalisis dan mengidentifikasi virus corona belum tersedia di Indonesia. Bahan kimia ini baru akan tiba di Indonesia dalam beberapa hari ke depan.


Sementara itu, laboratorium di Indonesia sejauh ini disebut-sebut hanya mampu mendeteksi keberadaan keluarga coronavirus pada orang yang berpotensi terinfeksi. Kelompok virus ini juga termasuk flu biasa, dan MERS serta virus SARS yang sekarang sudah punah.

Untuk mengidentifikasi infeksi virus corona baru yang juga dikenal dengan istilah 2019-nCov, otoritas medis di Indonesia harus mendeteksi keluarga virus corona pada seseorang dan kemudian secara genetis mengurutkan hasilnya. Proses ini cukup kompleks dan dapat memakan waktu lima hingga enam hari.

Ketua Institut Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta, Profesor Amin Soebandrio, yang terlibat dalam pekerjaan pengujian dan pengurutan gen menjelaskan bahwa reagent yang dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi virus corona baru dijadwalkan tiba di Indonesia sesegera mungkin.

"Kami sedang dalam proses mendapatkan perangkat deteksi khusus untuk coronavirus novel 2019. Kami berharap bahwa dalam beberapa hari mendatang kami akan menerima perangkat spesifik sehingga kami tidak perlu melakukan pengurutan gen," jelasnya.

"Kami tidak perlu melakukan dua langkah (untuk mengkonfirmasi infeksi)," tambahnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa lembaganya terlibat dalam pekerjaan pengujian dan pengurutan gen yang sedang dilakukan. Dia mengakui bahwa ada kemungkinan virus corona baru hadir tetapi tidak terdeteksi di Indonesia. Pasanya, negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Australia, telah mendeteksi kasus.

"Jika Anda bertanya apakah itu mungkin, tentu saja ada kemungkinan tetapi kami belum memiliki bukti. Saat ini, kami tidak tahu apakah virus telah masuk ke Indonesia atau belum," ungkapnya kepada Sydney Morning Herald.

Diketahui bahwa virus corona baru pertama kali muncul di Wuhan, China. Virus yang menyerang saluran pernapasan itu menyebar dengan cepat ke 19 negara lainnya di dunia. Negara tetangga Indonesia seperti Australia dan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja dan Filipina telah mengkonfirmasi adanya infeksi virus corona.

Sementara itu, Indonesia belum melaporkan adanya kasus semacam itu. Padahal potensi masuknya virus sangat besar, mengingat China merupakan salah satu dari lima sumber wisatawan teratas Indonesia. Pada tahun 2018 lalu saja tercatat ada 2 juta warga negara China yang berkunjung ke Indonesia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya