Berita

Pembangunan RS PKU Siti Fadilah Supari di Palu/Istimewa

Publika

Perlawanan Di Balik Nama

SENIN, 27 JANUARI 2020 | 12:44 WIB | OLEH: JOKO INTARTO

MEDIA Barat memberinya gelar tokoh revolusi. Majalah ‘’The Economist’’ London menempatkan Siti Fadilah sebagai tokoh yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak penyakit pandemik.

Dialah satu-satunya menteri dari negara berkembang yang berani melawan hegemoni WHO (World Health Organization). Dan menang. Namun wanita pemberani itu dipaksa kalah di pengadilan. Di negerinya sendiri. Sungguh tragis.

Wanita pejuang itu tak lain adalah dr Siti Fadilah Supari. Mantan Menteri Kesehatan itu.


Siti Fadilah Supari memang kalah di pengadilan. Tetapi perjuangannya membela Merah Putih mendapat penghargaan yang tinggi. PP Muhammadiyah pun menjadikan nama salah satu kader terbaiknya itu sebagai nama rumah sakit PKU Muhammadiyah di Palu, Sulawesi Tengah.

Saya mengunjungi RS PKU Muhammadiyah Siti Fadilah Supari Palu, awal pekan lalu. Ini kunjungan saya yang keempat selama empat bulan terakhir.

Pada kunjungan pertama, bentuk RS itu belum ada wujudnya. Masih berupa sebuah klinik kecil di tengah lahan seluas 2.000 meter persegi. Nama RS PKU Muhammadiyah Siti Fadilah Supari hanya tertera pada spanduk di pagar halaman.

Meski berukuran mini, klinik itu berjasa besar dalam penyelamatan para korban bencana besar yang melanda Palu, Sigi Biromaru, dan Donggala pada 28 September 2018 lalu. Ketika banyak fasilitas medis di Palu hancur, klinik ini menjadi satu-satunya pusat pelayanan medis yang tetap beroperasi 24 jam.

Di klinik inilah, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu membuka pusat bantuan dan pelayanan untuk para korban. Dari klinik ini pula tim medis MDMC mengendalikan operasi dua Puskesmas yang mati suri karena terdampak bencana.

Setelah situasi sudah kondusif, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nasir pun melakukan peletakan batu pertama pembangunan RS PKU Muhammadiyah Siti Fadilah Supari.

Kiprah klinik mungil itu ternyata bergaung hingga ke Amerika Serikat. Lembaga sosial di Negeri Pam Sam itu pun mengirimkan donasi untuk pembangunan gedung. Sedangkan pengadaan peralatan medis dibantu lembaga sosial dari Australia.

Dari dalam negeri, masyarakat menyumbangkan dana untuk rumah sakit melalui Lazismu. Dana itu akan digunakan untuk mengoperasikan rumah sakit ketika sudah berdiri. Tidak lama lagi.

Tidak lama lagi? Ya. Tahun ini RS PKU Muhammadiyah Siti Fadilah Supari Palu akan beroperasi. Pekan lalu, pembangunan fisiknya sudah mencapai 40 persen. Seluruh rangka bangunan berlantai dua itu sudah selesai. Pengecoran lantai atas pun sudah dimulai.

Bangunan berlantai dua itu berada di bagian depan. Di belakangnya ada dua bangunan lagi. Bangunan klinik yang sekarang masih beroperasi dan bangunan gudang peralatan medis di bagian tengah. Di belakang sedang dibangun instalasi pengolahan limbah dan fasilitas pendukung rumah sakit seperti laboratorium dan kantor manajemen.

Saya bisa membayangkan betapa bangganya warga Palu dengan rumah sakit bernilai Rp 21 miliar itu kalau pembangunaannya sudah selesai. Sayang, Siti Fadilah Supari tidak sempat menyaksikannya. Dia hanya hadir lewat namanya saja.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya