Berita

Edy Rahmayadi menegaskan tidak pernah memerintahkan pemusnahan babi di Sumatra Utara/Net

Nusantara

Edy Rahmayadi: Apa Pernah Saya Bilang Pemusnahan Babi?

RABU, 22 JANUARI 2020 | 17:11 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Wacana pemusnahan babi di wilayah Sumatra Utara dibantah Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Mantan Pangkostrad ini menegaskan dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang wacana pemusnahan ternak babi akibat wabah hog cholera atau kolera babi yang terjadi di Sumatra Utara.

Hal ini ditegaskannya terkait munculnya berbagai pernyataan dari sejumlah kelompok masyarakat yang menggiring opini, seolah akan segera dilakukan pemusnahan massal ternak babi di Sumatra Utara.

“Apa pernah saya bilang pemusnahan babi di Sumatera Utara? Kan tidak,” katanya kepada wartawan, Selasa (21/1), dikutip Kantor Berita RMOLSumut.


Edy menjelaskan, secara akademis babi yang terjangkit kolera memang harus dimusnahkan agar tidak menular kepada yang lain. Akan tetapi, untuk sampai ke tahap pemusnahan massal perlu kebijakan yang lebih tinggi dari pemerintah pusat.

Bukan hanya itu, kajiannya juga harus jauh dan lebih mendalam. Sehingga kebijakan apapun yang diambil tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

“Tidak segampang itu membasmi ternak babi. Kenapa rakyat kita punya ternak babi. Untuk sekolah, untuk hari raya, tabungan. Kalau itu kita basmi, bagaimana itu ceritanya,” ujarnya.

Artinya menurut Edy, kerugian besar akan terjadi di tengah masyarakat jika kebijakan itu dilakukan.

“Di Sumatra Utara ada sekitar dua juta ekor, kalau dikali Rp 2 juta saja per ekor, sudah Rp 4 triliun,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya