Berita

Kanselir Jerman Angela Merkel/Net

Dunia

Setelah Gagal Di Moskow, Konferensi Perdamaian Libya Digelar Di Jerman

MINGGU, 19 JANUARI 2020 | 07:50 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Sebuah perhelatan penting akan berlangsung pada hari Minggu (19/1) di kota Berlin, Jerman, yaitu Konferensi Perdamaian Libya.

Dalam konferensi ini, Kanselir Jerman Angela Merkel dan para pemimpin dunia akan duduk bersama dengan kedua pihak yang bertikai di Libya guna mendamaikan mereka dan menyepakati gencatan senjata.

Jerman dan negara-negara Uni Eropa khususnya berada dalam posisi mendorong agar Panglima Perang Libya Khalifa Haftar sepakat untuk berdamai dan melakukan gencatan senjata dengan pihak Pemerintah Libya yang didukung Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang dipimpin oleh Fayez al-Sarraj.


Negara-negara yang akan menghadiri konferensi ini adalah AS, Rusia, Cina, Inggris, Prancis, Italia, Uni Eropa, PBB, Uni Afrika, Liga Arab, Republik Kongo, Aljazair, Mesir, Uni Emirat Arab dan Turki.

Jerman sebagai tuan rumah konferensi ini mengatakan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya Libya menjadi negara yang berdaulat dan dapat segera menuju proses rekonsiliasi.

Pada hari Senin 13 Januari, sebuah pertemuan juga telah digelar di Moskow, Rusia, untuk mendamaikan kedua pihak yang bertikai di Libya.

Namun niat baik untuk mengakhiri perang saudara di Libya dalam pertemuan Moskow gagal menyepakati gencatan senjata.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya