Berita

Kelompok Hizbullah

Dunia

Inggris Pastikan Hizbullah Masuk Dalam Daftar Kelompok Teroris

SABTU, 18 JANUARI 2020 | 08:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Departemen Keuangan Inggris menetapkan seluruh organisasi Hizbullah, yang berbasis di Lebanon, sebagai kelompok teroris. Penetapan itu berdasarkan Undang-undang Terorisme dan Pendanaan Teroris, dan asetnya akan segera dibekukan.

Langkah Departemen Keuangan Inggris ini mengikuti keputusan Inggris tahun lalu yang mengklasifikasikan seluruh sayap kelompok organisasi itu sebagai kelompok teroris karena pengaruhnya yang membuat Timur Tengah tidak stabil seperti disebutkan oleh Reuters, Sabtu (18/1).

Gilad Erdan, Menteri Keamanan Publik dan Urusan Strategis Israel, mengatakan dia menyambut baik langkah Inggris. Ia menambahkan bahwa Eropa sadar dengan ancaman dari proksi Iran.


Hizbullah sendiri belum memberikan reaksinya. Tahun lalu, mereka mengatakan keputusan Inggris untuk mendaftarkan sayap politiknya sebagai kelompok teroris menunjukkan 'kepatuhan budak' London kepada Washington yang memberikan klasifikasi yang sama.

Di Inggris, Hizbullah telah menjadi topik kontroversi politik. Pihak oposisi Partai Buruh mempertanyakan apakah keputusan pemerintah untuk mengecam Hizbullah langsung didasarkan pada bukti baru, atau oportunisme politik.

Mantan Pemimpin Buruh Jeremy Corbyn telah dikritik oleh lawan karena pernah menyebut kelompok Hizbullah sebagai teman.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya