Berita

Menkes Terawan/Net

Nusantara

Menkes Terawan Nyatakan Sudah Antisipasi Virus Corona Penyebab Pneumonia

KAMIS, 16 JANUARI 2020 | 06:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa virus corona, dari keluarga yang sama dengan SARS,  sudah menyebar ke Thailand.  Jatuhnya korban pertama di China mulai menyebarnya virus tersebut ke Thailand baru-baru ini.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan sudah melakukan langkah antisipasi terhadap masuknya virus misterius tersebut.  Pihaknya pun melakukan pengawasan ketat di pintu masuk RI, seperti bandara dan pelabuhan.

"Mereka menggunakan termo scan, alat-alat detektor dan sebagainya. Terutama untuk mengantisipasi masuknya virus yang sekarang  merebak di Wuhan, dan sekarang ketemu lagi di Thailand," kata Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/1).


Terawan juga mengklaim bahwa pihaknya sudah menyusun SOP jika virus tersebut masuk dan menjangkit masyarakat Indonesia. Rumah sakit yang memiliki ruang isolasi juga sudah disiagakan untuk melakukan tindakan pertama terhadap pasien yang terkena virus tersebut.

"Kami kan ada rumah sakit khusus yang punya ruang-ruang isolasi. Kami akan gunakan. Semua akan kami dorong tenaga-tenaga untuk melakukan pencegahan adanya wabah. Kami sudah siagakan semua," terang Terawan.

Wabah virus penyakit pneumonia pertama kali ditemukan di Wuhan pada Minggu (5/1), ketika 59 orang yang tinggal di dekat pasar ikan di kota itu mengalami gejala seperti pneumonia.

Dinas Kesehatan Kota Wuhan kemudian melaporkan bahwa satu warga meninggal akibat penyakit tersebut, sementara tujuh lainnya masih dalam kondisi kritis.

Sampai saat ini, belum diketahui pasti penyebab penyakit tersebut. Merujuk pada diagnosis sementara, 41 kasus pneumonia di Wuhan diduga disebabkan oleh virus corona tipe baru.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing telah mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di China untuk mewaspadai penyakit misterius seperti pneumonia berat yang sedang mewabah di Wuhan, Provinsi Hubei.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya