Berita

Demo buruh di Istana Merdeka/RMOL

Nusantara

Tidak Dilibatkan Bahas RUU Cipta Lapangan Kerja, Serikat Buruh Pastikan Ada Gelombang Aksi Susulan

RABU, 15 JANUARI 2020 | 17:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), dan Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/1).

Dalam aksinya kali ini, para buruh menyuarakan penolakan terhadap Omnisbus Law RUU Cipta Lapangan Kerja yang digagas oleh pemerintah.

Presiden KSBSI, Ely Rosita Silaban menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan berjalan sendiri tanpa sama sekali melibatkan buruh dalam penyusunan RUU ini.


"Ada rencana pemerintah untuk penyederhanaan UU yang dimana ada cluster ketenagakerjaan didalamnya. Tapi kita melihat UU lebih kepada investasi," katanya saat ditemui di depan Taman Pandang Istana.

Dengan begitu, Ely menegaskan bahwa dampak dari UU ini adalah kepada kaum Buruh. Para buruh juga mempertanyakan keberadaan posisi mereka yang dianggap tak kasat mata sebab tak ditulis dalam bagian dari stakeholder.

"Ada surat dari kemenko bahwa stakeholder itu hanya dua, pemerintah dan pengusaha. Lalu dimana kita sebagai Serikat Buruh yang selama ini kita sebut tripartite?," tanyanya.

Untuk itu, para Buruh berharap pemerintah dapat melibatkan Serikat Buruh mulai dari proses penyusunan draft RUU sampai itu jadi UU.

"Karena ketika kita tidak dilibatkan nanti gelombang ini akan terus-terusan. Terlepas ada pro dan kontra, kami minta kepada pemerintah dan pengusaha tolong kita di ajak bicara," tegasnya.

Pasalnya, dia mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo bahwa setiap kebijakan pemerintah untuk sejahterahkan rakyat.

"Kalau Jokowi bilang ini untuk negara kita, bangsa Indonesia, kita adalah bagian dari bangsa. Yang berhak juga menikmati kesejahteraan," pungkasnya.  

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya