Berita

Dirjen Imigrasi Ronny Sompie/Net

Politik

Ronny Sompie, Jangan Jadikan Indonesia Tempat Nyaman WN China Berbuat Jahat

KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 | 13:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penggerebekan tujuh markas yang menjadi tempat puluhan warga negara (WN) China melakukan penipuan menyisakan pertanyaan tersendiri mengenai akses masuk ke Indonesia yang mudah.

Sebagaimana keterangan Polda Metro Jaya, WN China dengan mudah masuk dengan menggunakan visa wisata untuk melakukan penipuan. Mereka datang silih berganti setiap tiga bulan sekali.

Kinerja Ditjen Imigrasi Kemkumham menjadi sorotan. Imigrasi di bawah kepemimpinan Ronny Sompie disebut kecolongan lantaran kurang selektif dalam menyortir warga asing yang masuk Indonesia.    


"Harusnya ketika sudah diamanahi jadi pejabat ya harus bekerja dengan baik. Bangsa ini harus dijaga dari serbuan warga China yang bermasalah di Indonesia," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (28/11).

Menurut Ujang, Dirjen Imigrasi Ronny Sompie seharusnya lebih selektif dan memperketat para WNA yang masuk ke Indonesia, termasuk WN China. Sebab, hal itu diyakini akan meminimalisir masalah WNA yang berulah di Indonesia.

"Jangan sampai Indonesia dijadikan tempat yang nyaman untuk melakukan kejahatan bagi mereka," kata Ujang.

Selain itu, penegakan hukum juga harus lebih dikedepankan untuk para WNA yang melakukan tindak kejahatan di Indonesia. Sebab, hal itu akan membuat para WNA tidak berbuat seenaknya dan tetap mengindahkan norma hukum yang berlaku.

"Karena lemahnya penjagaan di Imigrasi dan lemahnya hukum di negara kita, menjadikan mereka seenaknya melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan norma dan aturan hukum di negara ini," demikian Ujang. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya