Berita

Dewi Tanjung (jilbab merah)/Net

Politik

Jangan Buat Rakyat Lupa Pada Tuduhan Keji Dewi Tanjung Ke Novel Baswedan

KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 | 07:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nama kader PDI Perjuangan Dewi Ambarwati sempat membuat heboh rakyat Indonesia. Pasalnya, perempuan yang akrab dipanggil Dewi Tanjung itu secara mengejutkan melaporkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke polisi.

Novel ditudingnya telah melakukan rekayasa atas kasus penyiraman air keras yang membuat mata kiri rusak.

Namun demikan, kasus ini seolah tenggelam setelah heboh. Pihak kepolisian sebatas menyebut bahwa kasus itu akan dihentikan jika penyidik tidak memiliki bukti cukup.


Bagi Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule, ada yang janggal dari penanganan kasus Dewi Tanjung ini. Sebab, untuk membuktikan penyiraman Novel rekayasa atau tidak merupakan perkara mudah.

Polda Metro Jaya, sambungnya, tinggal menunjuk tim dokter untuk melakukan pengecekan, apakah mata Novel benar cacat atau pakai softlens seperti yang dituduhkan Dewi Tanjung.

“Setelah itu, kalau tak benar rekayasa, maka tangkap Dewi Tanjung,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Kamis (28/11).

Menurutnya, desakan pengusutan kasus ini perlu dilakukan agar polisi tidak terus berputar dalam melakukan penyidikan. Apalagi, sambung Iwan, ada kesan seolah ingin membuat rakyat lupa dengan kasus tuduhan rekayasa penyiraman air keras yang disiarkan Dewi Tanjung.

“Kalau tuduhan itu tak benar, maka itu merupakan fitnah keji yang pernah saya saksikan dalam hidup sampai saat ini,” sambungnya.

Jangan sampai apa yang dilakukan polisi menimbulkan kecurigaan publik. Lebih-lebih, curiga bahwa polisi ada di belakang Dewi Tanjung.

Iwan lantas menukil pernyataan mantan wakil ketua DPR Fahri Hamzah untuk mengingatkan polisi.

“(Kata Fahri) pidana terbesar adalah merusak sistem negara yang mengakibatkan munculnya ketidakadilan publik,” ujar Iwan Sumule.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya