Berita

Lutfi Alfiandi/Net

Politik

Daripada Ribut Soal Agnez Mo, Mending Ramai-Ramai Minta Bebaskan Lutfi

RABU, 27 NOVEMBER 2019 | 11:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jagat media sosial sempat diramaikan dengan kritik warganet pada penyanyi, Agnes Monica atau yang kini beken dengan nama Agnez Mo. Pasalnya, pelantun “Coke Bottle” itu mengaku tidak berdarah Indonesia saat meladani sesi wawancara dengan Kevan Kenney di Build Series by Yahoo!.

Seluruh energi warganet seolah tercurah untuk mempertanyakan rasa nasionalisme Agnez Mo. Bahkan tidak sedikit yang membandingkan dengan mantan pemain film dewasa dari Jepang Maria Ozawa.

Pasalnya, wanita yang akrab dengan nama Miyabi itu datang menghadiri laga tim nasional sepakbola Indonesia saat mengalahkan Thailand di Sea Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (26/11).


Dengan mengenakan jersey merah Tim Garuda, Miyabi mendukung Evan Dimas cs. Sesekali bahkan dia tampak menciumi bendera merah putih yang dibawa supporter Indonesia.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule meminta warganet mengalihkan pandangan. Tidak lagi ke Agnez Mo, apalagi Miyabi. Melainkan kepada pemuda bernama Lutfi Alfiandi.

Pria berusia 20 tahun itu merupakan seorang pemuda yang viral saat membawa bendera Merah Putih dalam demo di depan Gedung Parlemen pada 25 September lalu. Dia menentangg RUU bermasalah dan UU KPK. Lutfi ditangkap bersama 845 orang terduga perusuh lain.

Kembali ke permintaan Iwan Sumule. Dia ingin rakyat Indonesia menggemuruhkan pembebasan Lutfi Alfiandi yang berkasnya sudah lengkap dan akan disidang.

“Daripada “ributkan” soal Agnez Mo yang berdarah Jepang, mending “gemuruhkan” bebaskan Lutfi Alfiandi yang berdarah Indonesia,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Rabu (27/11).

“Dia pelajar pembawa bendera merah putih yang viral saat demo “Reformasi Dikorupsi” dan masih ditahan polisi,” demikian Iwan Sumule.

Tanda pagar #BebaskanLuthfi sendiri telah memuncaki trending topic Twitter sejak pagi tadi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya