Berita

Bendera PPP/Net

Politik

Bukan Kasus Romi, Tapi Isu Agama Yang Gerus Suara PPP

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 13:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi juru kunci dalam gelaran Pileg 2019. Partai yang kini dibesut Suharso Monoarfa itu bahkan nyaris tidak memenuhi parliamentary threshold.

Elektabilitas PPP tergerus bukan karena kasus dugaan korupsi yang menimpa mantan ketua umumnya, Rohamurmuziy alias Romi. Namun penyebabnya adalah isu agama yang berkembang dan dikaitkan ke calon presiden dan wakil presiden,

Begitu kata Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi dalam diskusi publik di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (26/11).


"Di Pemilu 2019, dimunculkannya tema agama sangat merugikan orang seperti saya (PPP)," kata Arwani.

Legislator Jawa Tengah itu mengurai bahwa tema agama amat mendominasi pada kampanye. Akibatnya, beberapa basis PPP mengalami pemerosotan. 

"Contohnya adalah di Jawa Barat, di DKI partai PPP habis. Di Jawa Barat dari 10 kursi hanya tinggal 1, di DKI dari 9 kursi tinggal 1," papar Arwani.

Selain itu, Arwani juga menilai gelaran Pemilu Serentak 2019 terlalu banyak menguras tenaga dan waktu.

"Tahun ini adalah akhir dari tahapan yang panjang dan melelahkan dalam hajatan yang pernah ada di Indonesia pemilu serentak, presiden dan legislatif," demikian Arwani.

Pada Pileg 2019 PPP mengalami pemerosotan suara dengan mengantongi 8.157.488 atau 6,53 persen suara. Saat ini, perolehan suaranya menjadi 6.323.147 atau 4,52 persen suara.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya