Berita

Sukmawati/Net

Politik

Sekjen Korlabi: Lebih Dari Ahok, Sukmawati Lima Kali Serang Islam

JUMAT, 22 NOVEMBER 2019 | 19:06 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri tidak boleh dianggap sebelah mata.

Sekretaris Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin bahkan menganggap kasus Sukmawati lebih besar daripada Ahok.

Dia mencatat, Sukmawati telah lima kali menyerang umat Islam. Serangan tersebut sebagian besar dilancarkan adik dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu saat membacakan puisi berjudul “Ibu Indonesia” beberapa waktu lalu.


Puisi ini sempat menuai hujatan lantaran menyinggung mengenai syariat Islam.

“Serangan pertama Sukmawati adalah membandingkan konde dengan cadar. Kemudian adzan dengan kidung,” urai Novel.

Selain itu, sambung Novel, Sukmawati juga membandingkan kalimat bendera tauhid dengan kemerdekaan. Dirinya juga membandingkan Alquran dengan pancasila.

“Kemudian yang sekarang ini, yaitu Nabi Muhammad dibandingkan dengan Bapak Soekarno. Jadi ini lebih daripada Ahok. Lima kali Islam diserang,” kata Novel saat ditemui di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Jumat (22/11).

Terkait hal tersebut, Novel meminta MUI untuk bersikap tegas. Ia juga menunggu dikeluarkannya fatwa MUI terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati. (09riz).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya